Ads

Bandar Obat Keras Ilegal Ditangkap! BB-nya Terbesar dalam Sejarah Polres Indramayu

TERBESAR. Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif saat menunjukkan barang bukti obat keras ilegal dengan jumlah terbesar dalam sejarah Polres Indramayu. 

SEPUTARJABAR.COM || INDRAMAYU - Sebanyak 213.700  tablet obat keras ilegal berhasil disita Jajaran Satres Narkoba Polres Indramayu dari pria berinisial A (44), warga Desa Kenanga Blok Teluk, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif mengatakan, A alias P yang merupakan bandar besar obat keras ilegal ini ditangkap di samping salah satu minimarker Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, belum lama ini.

"Saat diringkus, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) obat keras ilegal sebanyak 2.200 tablet, yang terdiri dari 1.200 tablet Tramadol dan 1.000 tablet Hexymer," kata Kapolres saat menggelar konferensi pers di Mapolres Indramayu, Kamis (23/9/2021).

Usai mengamankan A, petugas pun melakukan pengembangan dengan mendatangi rumah tersangka. Di rumah tersangka, petugas berhasil mengamankan BB berupa 211.500 tablet obat keras ilegal dari berbagai jenis. Yakni, terdiri dari Tramadol sebanyak 58.500 tablet, Dextro 146 tablet dan Hexymer 7.000 tablet.

"Sehingga total BB berupa obat keras ilegal yang diamankan petugas dari bandar besar ini sebanyak 213.700 tablet. Ini terbesar dalam sejarah Polres Indramayu," ujar Kapolres.

Selain obat-obatan, sambungnya, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya. Di antaranya, 100 label Hexymer, 100 label tutup luar botol, satu alat pres plastik, buku tulis catatan penjualan obat, bukti transfer dan sejumlah barang bukti lainnya.

"Modus operandi pelaku dengan mengedarkan atau menjual obat melalui Cash On Delivery (COD). Saat ini masih dilakukan pengembangan dengan satu orang DPO," ucap Kapolres.

Kapolres menyebutkan, tersangka dijerat pasal 196 dan/atau pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2019 tentang kesehatan. "Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara," ujarnya.(add)