Ads

Serbuan Vaksin Penyandang Disabilitas Kodim 0619/PWK Bersama Forkopimda Siapkan Armada Antar Jemput Peserta Vaksin

SEPUTARJABAR.COM || PURWAKARTA - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Purwakarta melaksanakan monitoring pelaksanaan serbuan vaksin bagi penyandang disabilitas yang di laksanakan di Rumah Sakit Gunung Putri Jalan Kol KK Singawinata Kelurahan Nagri Kidul Purwakarta. Sabtu (24/7/2021)

Hadir dalam monitoring tersebut diantaranya, Bupati Purwakarta, Dandim 0619/Purwakarta, Kapolres Purwakarta dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta.

Dalam pelaksanaan vaksin bagi penyandang disabilitas ditargetkan sebanyak 1300 orang untuk dosis tahap pertama di targetkan sebanyak 500 orang.

Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arm Krisrantau Hermawan mengatakan, sebagai bukti kepedulian TNI kepada rakyat Kodim 0619/PWK bersama Forkopimda melaksanakan serbuan vaksin yang mana hari ini dilaksanakan khusus bagi penyandang disabilitas.

"Hari ini kami menggelar vaksinasi khusus penyandang disabilitas di bagi menjadi dua tahap. Sementara untuk tahap pertama kita targetkan 500 orang dari total 1.300 orang yang terdata dan pada tahapan berikutnya akan kita laksanakan," ujar Dandim usai monitoring vaksinasi penyandang disabilitas.

Dijelaskannya, pada hari ini Kodim 0619/Pwk memberikan waktu khusus serbuan vaksin bagi penyandang disabilitas se-Kabupaten, namun juga menerima penyandang disabilitas berdomisili bilamana ingin melakukan vaksinasi.

"Tentunya kami berikan perlakuan khusus bagi penyandang disabilitas seperti  tuna rungu, tuna netra dan tuna wicara karena perlunya pendampingan sebagai penerjemah, bahwa vaksin ini halal dan tidak berbahaya. Yang kita khawatirkan para penyandang disabilitas termakan isue hoax yang tersebar di media sosial terkait vaksin," terang Dandim.

Terpantau sangat minim penyandang disabilitas yang datang untuk melakukan vaksinasi yang digelar di Rumkitban Gunung Putri Purwakarta.

Ketika disinggung hal tersebut menurut Dandim,  bahwa para penyandang disabilitas disinyalir takut dilakukan vaksin dampak dari beredarnya isue hoax yang tersebar di medsos.

"Guna menangkal isue hoax yang beredar di medsos kami sudah berkoordinasi Dinsos Kabupaten Purwakarta untuk meluruskan isue hoax tersebut melalui sosialisasi yang lebih masiv. Bahwa vaksin tersebut selain halal dan aman, karena dengan di vaksin akan mengurangi tingkat resiko apabila terpapar covid-19," katanya.

Dandim menambahkan, bahwa pihak Dinsos tengah memberikan undangan kepada setiap panti atau pengurus penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Purwakarta. Seperti, para penyandang disabilitas bukan berarti takut untuk di vaksin melainkan terkendala entah itu soal tranportasi atau ada kesibukan lainnya.

"Guna mengatasi kendala para penyandang disabilitas yang enggan datang untuk melakukan vaksinasi dengan alasan Akomodasi dan tranportasi, maka kami Kodim 0619/PWK dan Pemda Purwakarta akan menyediakan armada untuk antar jemput Penyandang disabilitas yang akan melaksanakan vaksinasi," ungkapnya.

Sementara itu, Dandim menambahkan, para penyandang disabilitas fisik maupun mental, juga bagian dari masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang wajib diberikan perhatian khusus dan dilindungi selayaknya masyarakat umum lainnya.

"Sebagai bukti perhatian dan perlindungan kami TNI-POLRI dan Pemerintah di tengah Pandemi covid-19, untuk mengurangi tingkat resiko terpapar covid-19 kepada penyandang disabilitas, kami menggelar vaksin khusus penyandang disabilitas karena tingkat resiko tertular covid-19 sangat tinggi," katanya.

Apapun kondisinya, mereka berhak untuk mendapatkan perlindungan dan perhatian yang sama. Program vaksinasi bagi penyandang disabilitas, merupakan kepedulian TNI kepada rakyat guna mewujudkan Indonesia sehat Indonesia Maju dan Indonesia Hebat. (DeR)