Ads

Danramil 07/BGS Kodim 0619/PWK: Imbau Pelaku Usaha Agar Mematuhi Ketentuan Selama PPKM Darurat

SEPUTARJABAR.COM || PURWAKARTA - Personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol-PP Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta melaksanakan patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah teritorial Koramil 1907/Bungursari Kodim 0619/Purwakarta, pada Rabu (14/7/2021).

Dalam kegiatan patroli pelaksanaan PPKM Darurat itu, personel gabungan menyisir sejumlah tempat diantaranya, di perbatasan Purwakarta - Subang, Pom bensin Cikopo, rumah makan, warteg, Kawasan industri BIC dan Pertokoan di Wilayah Kecamatan Bungursari.

Personil yang dilibatkan sebanyak 14 personil diantaranya, Anggota Koramil 1907/BGS 1 orang, 6 orang anggota Polsek Bungursari, 4 orang Anggota BKO Yon Arhanud 14 dan 3 orang anggota SatPol PP Kabupaten Purwakarta.

Dalam penyisiran personel gabungan mendapati adanya sejumlah warung yang buka di masa PPKM Darurat, sehingga, petugas memberikan edukasi dan teguran lisan kepada pemilik warteg.

"Dalam kegiatan patroli ini, kita memberikan teguran secara humanis dan memberikan imbauan kepada pemilik warung agar tidak melayani konsumennya untuk makan di tempat selama di berlakukannya PPKM darurat," ujarnya Danramil 1907/ BGS Kapten Arm Witopo.

Dia menegaskan, dalam kegiatan patroli ini personel gabungan hanya memberikan teguran lisan serta memberikan pemahaman kepada pemilik toko ataupun warung untuk mematuhi aturan selama pelaksanaan PPKM Darurat.

"Kita hanya memberikan teguran lisan dan patroli ini sifatnya untuk memberikan edukasi terkait pelaksanaan PPKM Darurat," imbuhnya.

Dia berharap "Kepada pemilik warung yang masih bandel, untuk bisa mematuhi ketentuan selama diberlakukannya PPKM Darurat. Hal itu sebagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19," kata Witopo.

Sementara itu, sebatas diketahui Pemerintah RI menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali mulai 3-20 Juli 2021.

Dalam Surat Edaran tentang PPKM Darurat, disebutkan kegiatan di pasar tradisional, swalayan, toko modern dan toko kelontong diberlakukan pembatasan jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Kemudian, terkait makan dan minum ditempat umum seperti warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kakilima dan lapak jajanan baik yang berada dilokasi tersendiri maupun yang berlokasi dipusat perbelanjaan, hanya menerima pesan antar atau dibawa pulang (Delivery order/Take away) dan tidak menerima makan ditempat. (DeR)