Ads

Masa Pandemik Bukan Halangan, Pelajar SMPN 12 Bandung Mengukir Prestasi Internasional



Foto : Kepala SMPN 12 Bdg. Agus Deni Syaeful, M.M.Pd


Bandung - Perjalanan ekstrakurikuler Karate di SMP Negeri 12 Bandung ini walau baru seusia jagung bersama ASKI (Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKII) (sebelumnya Amura, red) sudah banyak mengukir berbagai prestasi baik di tingkat daerah maupun nasional. Seiring dengan berkembangnya Covid-19 di negeri ini sejak tahun lalu membuat Pelatih, orang tua, dan anak-anak merasa bingung untuk berlath. Himbauan untuk tetap berlatih di rumah tetap disampaikan walau akhirnya kurang maksimal dalam pengawasan latihan mereka.


Namun, sesuai dengan adanya kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran wabah virus melalui Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) membuat para atlet di Dojo ini semangat berlatih kembali. Terlebih setelah mereka mengetahui bahwa tempat latihannya untuk sementara dialihkan di lapangan Sukasari sesuai dengan petunjuk pemerintah yakni latihan dapat dilakukan di lapangan terbuka dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan.



Foto : Dutha Chandra Mahardhika


Salah seorang atlet dari Dojo SMP Negeri 12 Bandung, Dutha Chandra Mahardhika, siswa kelas 7-I, yang berhasil meraih Juara 2 kategori Boys Children 12 Years Old Kata Colour Belt dalam 2nd International Virtual Kata Championship 2021 dan bercita-cita menjadi seorang dokter ini mengatakan, hal yang perlu dipersiapkan dalam turnamen tersebut mengingat lawan dari negara-negara lain adalah lebih giat berlatih lagi dan pantang menyerah. Putra bungsu dari 3 bersaudra dari ayah Mayor Inf. Rubiyanta yang bekerja di SECAPA Bandung  dan ibu Eni Triwahyuningsih, SAP yang bekerja di LIPI Bandung  ini sejak kelas 3 Sekolah Dasar memang sudah menyukai  cabang olahraga karate.  


“Ini juga yang menambah semangat untuk jadi juara kemarin,” tutur Dutha. 


“Sebagai seorang pelatih di dojo ini, kita harus mengarahkan dan mengantarkan apa yang menjadi keinginan atlet sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” kata M. A. Welliansyah yang akrab disapa Pak Welli  ini. 


Menurut dia, adanya komunikasi yang baik dengan orang tua mereka juga merupakan modal yang harus dimiliki seorang pelatih di samping program-program latihan lainnya. Pak Welli juga berhasil meraih Juara 2 kategori Male Veteran 46-50 years old Kata Black Belt dalam turnamen yang sama. Dia juga salah seorang staf administrasi di SMPN 12 Bandung. 


“Sekali lagi keluarga besar SMP Negeri 12 Bandung mendapat kebahagian dimana salah seorang  staf tenaga adminstrasi sekolah, Pak  Welli mendapatkan prestasi yang tidak tanggung-tanggung,” sambut Agus Deni Syaeful,M.M.Pd., selaku Kepala SMPN 12 Bandung. 


Menurutnya, Pak Welli merupakan sosok pekerja keras dan disiplin dalam melaksanakan tugas sebagai ASN. Demikian juga di luar kedinasan khususnya dalam membantu SMPN 12 di bidang ekstrakurikuler Karate, Pramuka dan Drumband yang juga banyak mendapatkan penghargan di tingkat regional maupun internasional. 


“Kami atas nama keluarga besar SMPN 12 Bandung mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang sudah di raih Pak  Welli dan ananda Dutha Chandra Mahardhika,” lanjut  Agus Deni. 


Kak Welli, panggilan akrab sehari-hari di dojo ini menambahkan bahwa sebagai pelatih juga harus pandai memilih jenis turnamen mana saja yang harus mereka (kohai) ikuti serta waktu yang tepat agar tanggung jawab mereka dalam pelajaran sekolahnya juga tidak terganggu. Ini sangat penting bagi Kohai karena secara tidak langsung kita membantu mengatur jadwal mereka. Tidak ada keterpaksaan, tetap enjoy and have fun saat berlatih. Itulah yang membuat mereka menjadi betah dan sedikit demi sedikit akan muncul jiwa karakter dan loyalitas dalam diri mereka. 


“Saya senang sekali karena bisa memenangkan lomba internasional dan dapat membanggakan sekolah, keluarga dan perguruan,” ujar  Dutha yang  juga aktif di Pramuka di SMPN 12 Bandung menutup bincangan saat ditanya  tentang perasaannya turut berpartisipasi mengharumkan nama bangsa.(Adr)