Ekbis

Jurnalis Bela Negara Kunjungi Lanud Husein Sastranegara

 



Bandung. Pengurus Jurnalis Bela Negara (JBN) yang diwakili Sekjend JBN Bagoes Rinthoadi dan Pendiri JBN Mas Don berkesempatan mengunjungi Komandan Lanud (Danlanud) Husein Sastranegara Kolonel Pnb. Bonang Bayuaji Gautama S.E., M.M., Selasa, (6/10/2020), di Kantor Danlanud Husein Sastranegara.


Dalam sambutannya kepada Pengurus JBN, Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb. Bonang Bayuaji Gautama mengatakan, kedatangan JBN merupakan suatu kehormatan untuk Lanud Husein Sastranegara.


"Karena kita aparat negara yang sudah tentu seratus persen yang menjadi pemikiran bagi kita yakni bagaimana caranya menciptakan semua kondisi atau situasi yang ada ini menuju kepada pemahaman bela negara yang benar," ungkap Danlanud.


"Kalau sekarang ada satu atau nanti ke depan menjadi suatu kelembagaan yang besar yang bernama Jurnalis Bela Negara, semoga bisa membantu secara murni negara ini menuju kepada pemahaman masyarakat bagaimana bela negara yang benar," kata Danlanud.


"Saya yakin nantinya pemberitaan yang dibuat JBN betul-betul memihak kepada negara atau betul-betul merah putih, dan semua pemberitaan, serta hasil olahan datanya betul-betul membela negara ini sesuai dengan cita-cita kemerdekaan kita," tegas Danlanud.


"Saya berharap JBN menjadi besar dan betul-betul bisa dijadikan tolak ukur media lain untuk bagaimana bisa menciptakan kondisi pemberitaan yang ada di negara kita," tegas Danlanud.


"Syukur-syukur apapun yang diberitakan JBN menjadi tolak ukur dunia internasional bahwa situasi yang berkembang itu beritanya benar dan bersih, dan tidak perlu lagi orang berpikir keras berita itu benar atau tidak," ujar Danlanud, "Jadi apapun berita yang dikeluarkan oleh JBN orang tidak perlu berpikir lagi, dan yakin berita itu benar," tegasnya.


Terkait Lanud Husein Sastranegara, Danlanud mengatakan, Lanud Husein Sastranegara memiliki kewenangan, beban, dan tanggung jawab kewilayahan khususnya di Kotamadya Bandung dan beberapa Kabupaten yang memang ruang udaranya di bawah wilayah pengaturan dan pengawasan Lanud Husein Sastranegara.


"Kegiatan di Lanud Husein Sastranegara banyak, baik itu yang bersentuhan dengan masyarakat, dan sudah pasti kegiatan internal kita," ungkap Danlanud.


"Saat ini Lanud Husein Sastranegara sudah mengembangkan diri dengan memiliki Bintara Pembina Potensi Dirgantara, ini adalah salah satu gerakan teritorial kita untuk membina lingkungan, bersama-sama membina lingkungan supaya orientasi pertahanan tidak pudar," kata Danlanud.


"Kita tidak boleh kehilangan aspek pemikiran dalam membangun wilayah dari aspek diplomasi pertahanan, jadi kekuatan diplomasinya harus benar, jadi diplomasi Lanud Husein Sastranegara dengan melakukan penetrasi ke masyarakat di sekitar sini, untuk bagaimana menggiring, mengajak, dan menghimbau masyarakat supaya memiliki pikiran apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita bangun itu tidak boleh beralih dan tidak boleh menghilangkan aspek pertahanan," kata Danlanud.


"Sehingga apabila suatu saat negara dalam keadaan kritis ataupun ada ancaman dari negara lain atau invasi, maka semua bidang pemerintahan dan semua bidang di negara ini sudah siap dari sisi pertahanannya, jangan sampai ada pembangunan jalan, gedung, dan fasilitas publik mengabaikan aspek pertahanan," ungkap Danlanud.


"Jangan sampai ketika gedung dan fasilitas tersebut digunakan kita bingung, bahkan tidak bisa membela masyarakat, dan mempertahankan tanah kita karena kita salah membangunnya," kata Danlanud.


"Setidaknya Pemerintah sejalan dengan hal ini, di mana Lanud Husein Sastranegara akan melaksanakan hal-hal tersebut dengan tidak mengabaikan aspek pertahanan," ujar Danlanud.


"Jadi kembali lagi dengan adanya Jurnalis Bela Negara ini tentunya di mana aparat memang bergerak seribu persen pastinya untuk bela negara, maka keberadaan JBN sudah barang tentu sejalan dengan kita, yang akan bisa duduk bersama bagaimana membangun wilayah di sini," kata Danlanud.


Terkait keberadaan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Danlanud mengatakan, FASI sejauh ini belum terwadahi secara formal, karena memang komponennya di Dirjen Perhubungan Udara pun belum ada, sehingga FASI yang juga sebagai regulator menampung bukan sekedar hobi, melainkan olah raga terbang.


"Lanud Husein Sastranegara dalam hal ini wajib mewadahi FASI, karena potensi Bandung untuk mengembangkan olah raga terbang bermotor ataupun olah raga terbang tidak bermotor itu besar sekali," ungkap Danlanud, "Baik itu potensi yang dilihat dari sisi kemampuan sumber daya manusianya dan kemampuan masyarakatnya untuk memiliki peralatan bahkan pesawat yang diterbangkan," ujarnya.


"Dengan demikian, dikarenakan FASI memerlukan fasilitas penerbangan, maka Lanud Husein Sastranegara yang memiliki fasilitas tersebut, harus mau menampung kegiatan FASI," tegas Danlanud.


"Kegiatan FASI bukan hanya di Lanud Husein Sastranegara, tapi juga di Lanud Sulaiman yang potensinya memang besar, sehingga banyak orang mengatakan Lanud Sulaiman adalah surganya FASI, dikarenakan fasilitasnya lengkap, dan wilayah udaranya bisa diatur sedemikian rupa, agar anggota FASI bisa berekspresi atau mengembangkan diri dalam dunia penerbangan," ungkap Danlanud.


"Maka Lanud-Lanud yang ada ini harus betul-betul siap menerima aspirasi FASI, menerima rencana atau program untuk pengembangan dari FASI," ujar Danlanud.


"Lanud Husein Sastranegara akan terus mengembangkan FASI, dan nantinya kita akan mewadahi FASI, karena Bandung memiliki klub terjun tertua di Indonesia yakni Aves, bahkan Aves memiliki pesawat yang bisa terakomodir di Lanud Husein Sastranegara, maka Aves tidak perlu memikirkan hal- hal teknis lainnya, yang penting pesawat yang dimiliki Aves baik, terbang sesuai prosedur, kelayakannya terpenuhi, dan pilotnya bersertifikat, maka pesawat milik Aves dapat terbang dengan aman, yang penting Aves bisa mengembangkan dan membina penerjun-penerjun yang ada di wilayah Bandung," pungkas Danlanud.