Ekbis

Info SARIKSA Putaran 1, Camat Batujajar Temukan Kekurangan dan Potensi Wisata di Desa Cangkorah


Bandung Barat - Guna mengetahui langsung kekurangan dan potensi yang ada di wilayah kerjanya, Camat Batujajar Deden Mulyadi didampingi istri tercintanya Nining Indriyanti beserta jajaran, turun ke lapangan dan bertatap muka langsung dengan masyarakat setempat pada pelaksanaan program SARIKSA (Sasareungan Ngariksa Desa) atau bersama-sama memeriksa, menjaga dan memelihara Desa.

Pada pelaksanaan kegiatan SARIKSA putaran pertama itu awalnya hanyalah sekedar silaturahmi saja, sungguh tak disangka dirinya justru menemukan pemandangan berbeda saat berkeliling di salah satu wilayah Rw. "kebetulan sekarang yang jadwal pertama di putaran 1 itu adalah desa cangkorah di rw 5, 6 dan 7. alhamdulillaah ternyata begitu kita potret kelapangan banyak sekali yang kita temukan, baik itu kekurangan maupun hal yang baik," kata Deden Mulyadi Camat Batujajar, saat ditemui disela-sela kegiatan SARIKSA di Desa Cangkorah, Jumat (24/7/20).

Menurut Deden, kekurangan dan kelebihan pada suatu wilayah merupakan hal yang biasa, karena setiap wilayah tentu memiliki hal tersebut.

"itu semua kita potret, tadi ada rumah tidak layak huni (rutilahu), warga kurang mampu, warga yang sakit dan jembatan penyebrangan. yang kurang kita akan tambahkan atau perbaiki, yang sudah bagus kita akan tingkatkan," ungkapnya.

Saat tiba di lokasi jembatan penyeberangan terapung, Camat Batujajar beserta jajarannya itu langsung terpukau. Ide pun muncul untuk berkeinginan menjadikan tempat tersebut sebagai ciri khas di Desa Cangkorah.

"karena ternyata desa cangkorah batujajar ini adalah desa yang unik, kalau boleh saya asumsikan desa batujajar ini adalah desa seribu pulau, sehingga dengan seribu pulau harus ada seribu jembatan, itu adalah jargon untuk desa cangkorah," tuturnya.

Meski demikian untuk mengembangkan potensi itu tentu memerlukan anggaran yang tidak sedikit, sehingga harus bekerjasama dengan menggandeng pihak ketiga. Jika tempat itu sudah menjadi objek wisata, tentu akan berdampak positif terhadap berkembangnya perekonomian masyarakat setempat.

"mana kala ini sudah menjadi objek wisata itu akan berimbas kepada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. sehingga tidak lagi masyarakat sekitar hanya mengandalkan dari bertani, jadi buruh, nanti bisa menjadi pemandu wisata ada lapangan ekonomi jadi warung dan lain sebagainya," pungkasnya.(DSt)