Ekbis

DISPARBUD KBB Berikan Motivasi Ajak Pekerja Seni Tetap Produktif di Masa Pandemi


Bandung Barat - Masa pandemi Covid-19, membuat para pekerja seni terdampak karena ratusan kegiatan harus terhenti. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus memberikan motivasi dengan mengajak para pekerja seni yang terdampak Covid-19 untuk mengikuti program Kemendikbud dan Provinsi Jawa Barat.

Program Kemendikbud tersebut yakni Borang PSPS sebagai perlindungan pekerja seni. Para pekerja seni nantinya mengisi borang secara individu yang isinya adalah penampilan karya seni kedalam isian borang, isian borang tersebut selanjutnya di verifikasi oleh Kemendikbud. Sedangkan dari Provinsi Jawa Barat, ada program Karya Cipta khusus tari. Program tersebut diperuntukkan hanya untuk penari yang ada di tiap sanggar.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Usup Suherman, Mengatakan Agar para pekerja seni yang ada di KBB tetap produktif di masa pandemi Corona, pihaknya menyiasati dengan program yang digagas Kemendikbud dan Provinsi Jawa Barat.

"merasa prihatin terhadap para pekerja seni di kabupaten bandung barat yang terdampak covid-19 ini. kami juga berusaha tetap memotivasi mereka untuk tetap berkarya walaupun tetap dirumah, tidak diam," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (7/7/20).

Menurutnya, dalam program Kemendikbud ada 452 peserta yang mendaftar, namun hanya 152 yang terverifikasi.

"mudah-mudahan itu dapat membantu para seniman yang terdampak, dan menurut informasi memang ada bantuan diberikan bagi para seniman yang terverifikasi oleh kemendikbud," tuturnya.

Program tersebut, sudah disosialisasikan melalui group gabungan seniman maupun melalui pesan Whatsapp secara pribadi langsung kepada ketua padepokan atau sanggar yang ada di KBB.

"untuk tahun ini kurang lebih ada 215 sanggar atau padepokan, mungkin bisa bertambah ditahun-tahun kedepan, tentunya itu cukup banyak, terdiri dari pencak silat, degung, wayang golek, jaipongan, dan lain-lain" pungkasnya.(DSt)