Ekbis

Besok di Bandung Tayang Film Merayakan Kreativitas dan Keragaman di Festival Sinema Australia Indonesia

Foto : Pixabay

Pemutaran perdana film komedi romantis Australia Top End Wedding malam lalu membuka Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2020, sebuah perayaan kreativitas dan keragaman di industri film Australia dan Indonesia.

FSAI, yang sekarang memasuki tahun kelima, akan dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Makassar, Bandung, Mataram, dan – untuk pertama kalinya – di Yogyakarta.

FSAI 2020 dipersembahkan oleh Australia Connect, serangkaian program acara menarik di Indonesia sepanjang tahun 2019 dan 2020 yang menampilkan sektor-sektor kreatif Australia yang berkembang pesat melalui musik, film, makanan, dan seni.

“Film merupakan jendela menuju budaya lain dan pilihan kami atas film Australia dan Indonesia karya para alumni Australia memberikan wawasan tentang kreativitas dan keragaman kedua negara kita," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan.

Selain membawa beragam film ke penonton Indonesia, FSAI memberikan kesempatan bagi mahasiswa film dan sineas muda berbakat untuk belajar dari pembuat film dan alumni Australia.

Imogen Thomas, penulis dan sutradara drama keluarga Penduduk Asli Australia Emu Runner, menghadiri pembukaan festival film di Jakarta dan akan menyampaikan beberapa master class serta sesi tanya jawab untuk penonton di Jakarta dan Mataram, dengan dukungan dari mitra festival, Qantas.

Simon Wilmot, dosen film senior dari Deakin University, juga akan memberikan master class kepada para sineas muda di Surabaya dan Yogyakarta.

Simon Wilmot juga akan bergabung dengan Sahabat FSAI 2020 yang juga alumni Australia Daniel Mananta untuk memberikan master class tentang memulai karir di industri perfilman kepada calon sineas muda di Jakarta.

“Australia dikenal dunia karena keahliannya dalam pembuatan dan studi film, dan FSAI adalah platform ideal untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan."



Posting Komentar

0 Komentar