Ekbis

Konsolidasi DPW Permatani Jabar, Wujudkan Kedaulatan Pangan


BANDUNG - Konsolidasi pengurus DPW Permatani Provinsi Jawa Barat pada Selasa  (04/07/2018) di Kediaman Ketua Permatani Jabar Ibu Dr. Nina Kurnia Hikmawati,. SE., MM yang juga  sekaligus sebagai Sekjen I Permatani Indonesia Pusat dengan lokasi meeting di  Komplek Arcamanik Bandung Jawa Barat.

Konsolidasi  kepengurusan DPW Permatani Jabar, menghasilkan program progam strategis untuk wilayah Jawa Barat, Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Dr. Bachtiar  Hasibuan, Bapak H. Rasda, S. Kep., Sekretaris Bapak Harry Mulyana SE, dan Wkl Sekretaris, Ns.Penta Sukmawati, S.Kep., MARS, serta Ketua DPD Permatani Kabupaten Bandung  Syafrial.SE serta Pengurus pengurus lain nya yang mewakili beberapa wilayah kabupaten dari kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang pertanian dan perikanan, keberadaan Permatani harus dirasakan masyarakat petani dan nelayan. Karena pada hakekatnya,Permatani dibentuk untuk memperjuangkan segala aspirasi yang berkembang dikalangan petani dan nelayan.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Permatani Jawa Barat Dr. Nina Kurnia Hikmawati, SE., MM mengatakan Pertemuan pengurus DPW Permatani Jawa Barat selain bentuk acara silahturahim dan tentunya karena  didasarkan pada Mandat Dewan Pengurus Pusat dalam rangka mewujudkan visi misi dan tujuan Permatani dalam bentuk program kerja nyata melalui rencana kegiatan tahunan jangka pendek dan jangka panjang untuk di implementasikan di Provinsi Jawa Barat.

Nina Menjelaskan Permatani merupakan Organisasi  yang membawa visi dan misi yang mulia dalam rangka *Mencerdaskan,* *Memberdayakan* *Memasarkan* dan *Mensejahterakan* seluruh Petani dan Nelayan Indonesia umunya dan Jawa Barat khususnya. Saya juga mengharapkan Permatani Jabar harus mampu memberdayakan petani dan nelayan dalam meningkatkan keterampilannya,  sehingga kesejahteraan para petani bisa terwujud dan membantu usaha  pemerintah dalam memberikan kecukupan kebutuhan Nasional maupun Regional dari hasil pertanian dan perikanan tersebut, dengan harapan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat memiliki Kedaulatan Pangan.

Dalam waktu yang sama  hadir  Praktisi Integrated Farming System, bapak Sudarmoko, yang sudah sangat pengalaman dalam mengelola Pertanian Perernakan dan Perikanan dibluar negeri . Pertemuan  berlangsung menarik terutama dengan munculnya alternatif-alternatif memberdayakan petani, dan peternak. Bapak Sudarmoko yang merupakan praktisi, membeberkan dengan gamblang bagaimana cara agar para petani dapat kembali berjaya, namun dengan cara yang ‘tradisional’ atau tepatnya organik hasil penelitian yang optimal.

Filosofi yang disampaikan oleh Bapak Sudarmoko  adalah dimana ketika menginginkan jadi petani,maka perlu tau bentuk kotoran cacing, karena apabila diatas tanah ada kotoran cacing tandanya tanah tersebut subur, memulai menjadi petani bukan dimulai dari pembibitan atau penyemamian benih, tapi justru dimulai dari tanah atau  bumi.

Ada banyak kekeliruan yang kemudian dianggap kewajaran dan menjadi kebiasaan dalam pengolahan tanah, baik tanah sawah maupun tanah kebun. Hal ini disadari atau tidak kemudian berdampak kepada merosotnya hasil pertanian dan tentu saja dampak akhirnya adalah para petani kemudian hanya berputar-putar di lingkaran kemiskinan.

Permatani, punya peran sangat penting untuk merubah pola pikir, memberi contoh dan motivasi, serta menggerakkan petani untuk menerapkan sistem pertanian yang mampu membawa petani ke kehidupan yang lebih baik pungkas Bapak Sudarmoko.

Nina Menambahkan Permatani terbentuk semata mata untuk untuk peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan serta memfasilitasi dalam pengembangan usaha, produksi dan pemasaran.

Diharapkan keberadaan Permatani Jabar, merupakan tonggak momentum perubahan para petani dan nelayan dan merupakan cara Rahmatan Lil Alamin bagi pengurusnya.(Rls)