Ekbis

Jurnalis Bela Negara Apresiasi Langkah TNI AU Dorong Silat Sunda Institute Perjuangkan Warisan Budaya "Pencak Silat ke UNESCO"


BANDUNG - Jurnalis Bela Negara (JBN) mendukung langkah TNI AU, Koopsau I melalui Lanud Husein Sastranegara bersama Silat Sunda Institute mendorong Pencak Silat diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia milik Indonesia ke UNESCO. Hal tersebut mengemuka dalam bincang siang para jurnalis yang tergabung dalam JBN, Minggu (25/3/2018) lalu.

Menurut Ketua JBN Raden Mochamad Gun melalui Sekjend JBN, Seca Berbudhy akrab disapa Mas Don, selain mendukung anti Hoax dan berperan menangkal Proxy War, Kami juga memandang perlu mendukung langkah Silat Sunda Institute dimana "Dalem Bandung" Aom Roedy Wiranatakusumah SH MH MBA, mahaguru, dalam memperjuangkan programnya, yakni agar warisan seni budaya Pencak Silat Indonesia diakui oleh UNESCO.

"Kami akan mendorong program ini, karena kami merasa ini adalah bagian dari Bela Negara. Budaya adalah salah satu warisan yang perlu dijaga dan dilestarikan, untuk itu pengakuan dari UNESCO akan lebih memperkuat dan memberi pengaruh besar bagi generasi mendatang untuk bangga dalam menjaga dan melestarikannya," Jelas Mas Don, Sekjen JBN.

"Dukungan yang kami berikan berupa publikasi mungkin tidak banyak memberi pengaruh terhadap apa yang di cita-cita kan dari program ini. Tapi bagi Kami, sekecil apapun bisa kami lakukan untuk kepentingan bangsa itu jauh lebih baik daripada Kami tidak melakukan apa-apa," pungkasnya.

Dalam hal mendukung Silat menjadi warisan budaya tak benda dunia milik Indonesia, JBN memberikan apresiasi awal atas kepedulian TNI AU.

"Kami berharap kedepannya Pencak Silat masuk kurikulum Bela Diri Militer. Diterapkan di ketiga Matra TNI. Hal ini adalah wujud kecintaan kami terhadap NKRI dan TNI, kami bangga menjadi bagian daripada sejarah bersama TNI, bersama memperjuangkan silat sebagai warisan budaya tak benda dunia milik Indonesia ke Unesco" Tuturnya.

JBN bersama instrumen didalamnya akan mengawal proses silat menuju UNESCO.(Suryadi)