» » » Ical dan Prabowo Sepakat Intensifkan Komunikasi

(SJO, JAKARTA) — Bakal calon presiden dari Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie dan bakal calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto sepakat melakukan komunikasi politik yang lebih intensif dalam menghadapi Pemilu Presiden 2014. Kesepakatan itu diambil setelah keduanya mengadakan pertemuan di kediaman Ical, Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2014) siang.

Pertemuan Ical dan Prabowo berlangsung sekitar 90 menit. Dalam pertemuan itu, Ical didampingi oleh Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. Sementara itu, Prabowo datang bersama Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon dan Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani.

"Tadi kami bicara berdua, kami sepakat untuk membicarakan lagi pada kesempatan berikutnya untuk arah koalisi," kata Ical, saat memberikan keterangan pers seusai pertemuan.

Ical mengungkapkan, banyak kesamaan antara Golkar dan Gerindra dalam hal pandangan politik. Selain itu, katanya, ada juga kesamaan pendapat antara Ical dan Prabowo bahwa dalam upaya membangun Indonesia harus melibatkan semua pihak dan tak dapat dilakukan oleh segelintir orang.

Ical pun ngotot jika nanti Golkar dan Gerindra koalisi, ia tetap akan maju sebagai Capres. "Aspirasi Golkar sama dengan Gerindra. Saya tidak akan mundur sebagai capres, Prabowo juga tidak akan mundur sebagai capres. Kita hanya berbicara power sharing dan idelisme. Kita akan bikin lebik baik lagi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo kembali menekankan akan ada komunikasi intensif antara Gerindra dan Golkar. Ia mengatakan, pertemuannya dengan Ical berlangsung dalam suasana santai, terbuka, dan bersahabat.

"Niat kita baik, dan di ujungnya Insya Allah kita bisa menghasilkan kebaikan," kata Prabowo.

Di tempat terpisah, Waketum Partai Golkar, Fadel Muhamad mengatakan Partai Golkar merasa sudah mantap menjalin koalisi dengan Partai Hanura dan Partai Gerindra. Namun tetap menunggu Partai Demokrat untuk bergabung, walau peluangnya sangat tipis.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, koalisi yang dibentuk dengan Gerindra adalah koalisi produktif untuk kepentingan bangsa dan negara dan sesuai dengan tuntutan sistem presidensil.
Ia juga membantah, koalisi besar dan produktif itu adalah untuk mengalahkan bakal capres lain, Joko Widodo.  (R21)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: