Ekbis

Masyarakat Keluhkan Pelayanan PT Pos, BanyakPaket dan Surat Tak Sampai

(SJO, BANDUNG) - Warga Kota Bandung dan sejumlah kota lainnya di Jabar, mengeluhkan pelayanan PT Pos Indonesia. Keluhan kali ini terkait dengan pelayanan pengiriman barang dan surat yang terlambat, bahkan tak sampai ke tangan penerima. Terang saja, masyarakat yang seharusnya terbantu dengan jasa pelayanan yang beragam, kini justru merasa dirugikan dengan jeleknya pelayanan di PT Pos.

Salah satu keluhan, mencuat dari seorang pejabat perbankan di Kota Kembang. Ia mempertanyakan kinerja PT Pos Indonesia cabang Bandung khususnya, karena banyak kiriman dari mitra kerja di luar kota yang tidak sampai.

"Heran saya juga, entah bagaimana kerjanya. Banyak paket kiriman yang tidak sampai. Parah nih PT Pos," ujar pria berkulit putih ini.

Ia menjelaskan, keluhan lainnya adalah keengganan PT Pos untuk mengantar kiriman tepat waktu, sehingga baik penerima maupun pengirim harus bolak-balik ke kantor pos untuk mengecek. "Waktu saya cek ke pengirim, kiriman barang itu menggunakan paket express, tapi sudah seminggu lebih belum juga diterima," terangnya.

Sebagai pejabat di lingkungan perbankan yang memiliki segudang kesibukan, sangat tidak mungkin bagi dia untuk mengecek satu per satu paket juga surat yang dikirim mitra kerja atau nasabah. "Akhirnya pakai yang lebih pasti saja kang. Surat kita kirim dan kita balas via email. Sedangkan pengiriman paket pakai jasa pengiriman barang saja," tegasnya sambil mewanti-wanti agar namanya tak usah dikorankan.

Masalah serupa juga dialami Priyo, warga Klari, Karawang Timur. Ia mempertanyakan masalah keterlambatan pengiriman barang. Bahkan untuk validasi sampai tidaknya paket tersebut, Ia mengeceknya langsung di layanan internet PT Pos Indonesia. Di sana tertulis pengiriman barang sudah sampai tujuan sejak 2 hari setelah paket dikirim.

"Paket ekspress seharga Rp 120 ribu itu tidak tepat waktu. Buktinya belum sampai juga. Padahal alamat pengirim dan penerima lengkap kok," cetus Priyo. Akibat keterlambatan itu, Ia terpaksa menggadaikan waktu kerjanya hanya untuk mengecek kiriman.

Sementara itu, karena keluhan senada hampir terjadi di semua kota/kabupaten di Jabar, maka Tim Seputar Jabar dan Harian Umum Fakta Karawang mencoba mengkonfirmasikan masalah ini kepada Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Jalan Anggrek Nomor 59 Bandung. Tim sebelumnya sempat diarahkan untuk datang ke sana oleh pejabat humas Adang via seluler.

Namun saat tiba di lokasi Rabu (5/6) pukul 15.38, pihak-pihak yang berwenang memberikan keterangan sedang tidak berada di kantor. Tim akhirnya kembali menghubungi pegawai di bagian Humas PT Pos, sesuai arahan satpam. Tapi lagi-lagi bukan jawaban yang di dapat, melainkan alasan.

"Kalau untuk masalah pengiriman, bisa tanya ke kantor cabang pak. Maaf saya sedang di luar. Sedang di opname, di rumah sakit," ucap pejabat tadi lewat ponsel. Sebelum meninggalkan lokasi, tim terlebih dahulu mengisi buku tamu sebagai bukti nyata sudah berusaha maksimal untuk konfirmasi. (Hsn eFKa/Don)