» » » Kadistan Purwakarta Sebut di Wilayahnya Tidak Ada Gagal Panen


PURWAKARTA. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta Ir H Agus R Suherlan MM meluruskan sejumlah pemberitaan di beberapa media nasional yang menyebutkan terjadi gagal panen di wilayah Kabupaten Purwakarta.

"Itu tidak benar. Yang ada hanya gagal tanam. Itu pun statusnya pada fase vegetatif dan ambang kendali, sehingga masih bisa dilakukan replanting (tanam ulang, red)," ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/9).

Meski bisa dilakukan replanting, sambungnya, namun harus diperhatikan juga ketersediaan sumber airnya.

"Yang terjadi di Desa Citalang itu adalah gagal tanam yang diakibatkan Dampak Perubahan Iklim (DPI) dan minimnya debit air yang masuk ke saluran irigasi. Ada pun luasan sawah yang terancam seluas 10 hektare," kata dia.

Minimnya debit air di saluran irigasi, sambungnya, sebenarnya sangat bisa diantisipasi apabila ada komitmen dari masing-masing pihak yang terkait langsung dengan pembagian air di wilayah hulu.

"Desa Citalang ini ada pada wilayah hilir, jadi sangat tergantung pada suplai air dari hulu. Semoga masalah ini bisa segera clear," ujarnya.

Lebih lanjut Agus menambahkan, pihaknya sudah sangat siap dari sarana dan prasarana dalam membantu petani.

"Misalnya kami sudah siapkan delapan unit pompa untuk mengairi sawah yang kekurangan air. Jadi apabila sumber airnya ada, langsung kami operasikan pompa-pompa tersebut," kata Agus.

Selain pompa, kata Agus, Dinas Pertanian juga menyiapkan benih, pupuk, pestisida, insektisida, hingga pembuatan dam (bendungan) darurat.

"Saya tegaskan, pengaturan irigasi bukan wewenang Dinas Pertanian, tapi kami sangat berharap pasokan air bisa dibagi dengan adil sesuai kebutuhan tanaman dan sesuai jadwal. Jika komitmen dapat berjalan, maka kasus kekeringan atau gagal tanam ini bisa teratasi," ujarnya.

Senada, Kasi Serealia Dinas Pertanian Kurnia Prawira Saputra menjelaskan, ada empat kriteria kekeringan dalam aspek pertanian. "Keempatnya  adalah 0-25 persen (ringan), 25-50 persen (sedang), 50-75 persen (berat), dan di atas 75 persen yang dikenal dengan puso atau gagal panen," ujarnya.

Istilah puso atau gagal panen, sambung Kurnia, bilamana sudah masuk pada fase generatif dan telah melebih ambang ekonomi.

"Sementara yang terjadi di Desa Citalang masih pada fase pertumbuhan tanaman vegetatif. Jadi belum gagal panen melainkan gagal tanam yang bisa dilakukan replanting dan masih berada pada ambang kendali," ucapnya. (Deni)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

1 komentar:

  1. Mari bergabung dengan kami di P`0`K`E`R`V`1`T`A
    Contact Us Person :
    ? LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A .com
    ? BBM : D88B0154
    TERIMA KASIH

    BalasHapus