» » » NARBO Galakkan Kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu


SJO PURWAKARTA. Network of Asia River Basin Organization (NARBO), jaringan kerja sama antar badan pengelola sungai (River Basin Organization) di Asia terus menggalakkan kegiatan dalam upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya air secara terpadu (Integrated Water Resources Management /IWRM).

Dalam agenda The Sixth General Meeting of NARBO yang berlangsung selama tiga hari, yakni 22-24 Februari di Purwakarta dan Jakarta, salah satu agendanya adalah field visit ke Perum Jasa Tirta II, di Purwakarta dengan mengunjungi Hutan NARBO (NARBO Fores), hutan yang dibuat oleh NARBO. Setelah dari Hutan NARBO, kemudian dilanjutkan berkunjung ke Waduk Ir. H. Djuanda, di Jatiluhur.
"Hutan NARBO merupakan salah satu wujud kepedulian NARBO dan Perum Jasa Tirta II dalam menggalakkan program pemerintah saat ini yaitu Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA)," kata Direktur Utama Perum Jasa Tirta, Djoko Saputro. Rabu (22/2)


 Pada acara field visit, setiap peserta menanam satu pohon yang telah disediakan oleh panitia. Kurang lebih 150 pohon yang disediakan dan ditanam di sekitar lokasi Hutan NARBO.

Tujuan NARBO, dijelaskan Djoko, untuk membantu pencapaian pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Dengan demikian, dibentuknya NARBO yakni untuk memperkuat kapasitas dan efektiftas badan pengelola sungai dalam melaksanakan pengelolaan sumber daya air secara terpadu melalui pelatihan, pertukaran informasi, dan pengalaman antar anggotanya.
"Jaringan kerja sama ini diharapkan akan mendorong pengelolaan sumber daya air yang lebih baik antar masing-masing negara atau anggota, dengan mengembangkan antara lain kegiatan advokasi, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas dan pertukaran informasi dan alih pengetahuan lintas sektoral Negara," jelasnya.

Ketua Panitia Field Visit, Haris Zulkarnain mengungkapkan, kegiatan The Sixth General Meeting of NARBO diikuti oleh insitusi pemerintah dan organisasi wilayah sungai atau River Basin Organization ((RBO), baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Jepang, Korea Selatan, Pilipina, Thailand, Sri Lanka, Malaysia, Vietnam, Bangladesh dan Laos.
"Keanggotan NARBO saat ini ada 56 anggota, diantaranya 16 badan pengeloa sungai (RBO), 21 lembaga pemerintah (government), 15 lembaga Regional Knowledge Partner, satu lembaga Inter Regional Knowledge Partner, dan satu lembaga Development Cooperation Agency. Dari Indonesia tercatat ada 20 instansi yang terganung dalam NARBO, salah satunya PT Jasa Tirta II," ungkap Haris.

The sixth General Meeting of NARBO terselenggara atas kerjasama Asian Development Bank (ADB), Japan Water Agency (JWA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), Perum Jasa Tirta I (PJT I) and Perum Jasa Tirta II (PJT II).

Sementara agenda di hari pertama berlangsung di Purwakarta, di hari kedua agendanya adalah Thematic Workshop yang bertempat di Kementerian PUPR, di Jakarta dan hari ketiganya yakni Thematic Workshop and 6th NARBO General Meeting yang pelaksanaannya di Kementerian PUPR. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: