» » » Anggota Komisi V DPRD Jabar Ir Abdul Hadi Wijaya M.Sc Mengkritisi Kurangnya Kesiapan Panitia Pada Peresmian Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud


SJO PURWAKARTA. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir H Abdul Hadi Wijaya M.Sc mengkritisi panitia peresmian air mancur Sri Baduga Situ Buleud.

"Saya yang merupakan wakil dari dapil Purwakarta dan Karawang sangat concern terhadap perkembangan yang terjadi di kedua kabupaten ini. Karena itu saya ikut merasa bertanggungjawab terhadap semua warga Purwakarta dan Karawang," kata Hadi, ke sejumlah awak media. Kamis (23/2).

Dijelaskannya, pada Sabtu, 18 Februari 2017 lalu, merupakan malam yang luar biasa. "Bagi saya acara peresmian air mancur tersebut luar biasa. Levelnya nasional dan dihadiri pejabat negara. Ada pun yang saya soroti bukan terkait adanya korban jiwa karena itu sudah takdir Allah Swt, melainkan kesiapan panitia," ujarnya.

Untuk sebuah acara selevel itu yang dihadiri pejabat setingkat menteri, Hadi menilai panitia sangat tidak siap. "Panitia tidak mempersiapkannya dengan benar. Informasi dari kepolisian tidak ada koordinasi, bahkan tak mengantongi surat izin," kata Hadi mengkritisi.

Ketika berita tersebut disampaikan, sambung dia, maka sampaikan secara wise (bijak) pasti efeknya juga akan baik. "Karena berita yang beredar di beberapa media ada yang mengatakan korbannya satu, dua, dan lain-lain. Kalau satu ya satu. Sampaikan sebenarnya. Ketika ada perbedaan informasi malah menimbulkan multitafsir," katanya.

Hadi kembali menyebutkan bila acara tersebut sebenarnya luar biasa bagus. "Sekali lagi, ini level nasional. Coba perhatikan pengamanannya agar lebih baik lagi. Koordinasikan dengan baik dan persiapkan lebih baik," ujarnya.

Dirinya juga mengapresiasi respons bupati yang memberikan santunan Rp.20 juta kepada keluarga korban. "Saya juga mengapresiasi komitmen pemkab yang akan membiayai pendidikan anak korban," katanya.

Hadi menyebutkan, kejadian kemarin sangat memprihatinkan, mengecewakan, dan menyakitkan hati. "Mohon ini jadi pelajaran bagi semua, jangan sampai terulang. Ada pun kelanjutannya atau porsi penyelidikan ada di pihak kepolisian. Saya harap nanti hasilnya disampaikan secara transparan dan proporsional. Sampaikan apa adanya, sampaikan siapa yang bertanggungjawab," Pungkasnya.(DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: