» » » Purwakarta Kembali Hidupkan Kampung Parahu di Bantaran Sungai Cikao


SJO PURWAKARTA. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, kembali menghidupkan Kampung Parahu yang berada di bantaran Sungai Cikao nampaknya bukan isapan jempol belaka. Melalui sebuah kegiatan yang bertajuk ‘Festival Walungan Cikao’ yang dihelat hari ini Minggu (18/12), Pemkab Purwakarta memulai langkahnya untuk mewujudkan program barunya tersebut.

Festival yang baru pertama kali digelar ini menghadirkan puluhan perahu yang sudah dihias oleh para peserta. Seluruh peserta membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menyusuri rute sepanjang 5 KM dari Jembatan Cilalawak Desa Kadumekar Kecamatan Babakan Cikao menuju Kampung Talibaju Desa Cikao Bandung Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

Festival walungan Cikao ini, bertujuan sebagai wisata refleksi sejarah, sebagaimana diketahui, Sungai Cikao dan Cikao Bandung merupakan jalur favorit yang digunakan oleh pedagang cina pada masa lalu untuk mendistribusikan barang dagangannya ke seantero tanah Sunda. “Untuk mengingatkan kepada kita sekalian bahwa Sungai Cikao dan Cikao Bandung ini memiliki sejarah panjang dalam perdagangan pada masanya,” ungkap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di lokasi Festival.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan revitalisasi sungai cikao ini, akan menjadi kawasan wisata. Sehingga, menjadi salah satu kampanye agar sungai ini, agar tidak menambah masalah baru pada Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat. Aneka program selain festival telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta berupa pelarangan penambangan pasir, festival kuliner cikao dan perbaikan infrastruktur. “Intinya kami tidak ingin menambah masalah bagi Sungai Citarum,” tegas, Dedi.

Festival Walungan Cikao ini selain diisi oleh parade puluhan perahu juga diisi oleh lomba dayung tradisional dan perahu tempel. Jadwal rutin untuk kegiatan ini telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta. pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: