» » » 90% Dana Desa di Jabar Telah Terserap

SJO, BANDUNG–Bantuan Dana Desa dari pemerintah untuk 5.312 Desa yang ada di Jawa Barat per tanggal 8 Desember 2016 telah terserap 90%. Bahkan seluruh Desa yang ada di Kabupaten Kuningan, Cirebon, Pangandaran dan Bandung Barat telah terserap 100%. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Ahmad Erani Yustika, saat melakukan sosialisasi kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/ Kota, di Gedung Sate Bandung, Rabu (14/12/2016).

Atas capaian serapan dana Desa di Jabar ini, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengungkapkan, alokasi dana Desa di 5.312 Desa se-Jabar hingga saat ini sudah mencapai Rp 3,56 Triliun. Dengan realisasi diantaranya untuk pembangunan fisik sebesar 93%, pemberdayaan masyarakat 5,54%, penyelenggaraan pemerintah Desa 0,3% dan pembinaan kemasyarakatan 0,23%.

“Pemprov Jabar memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan Desa bahkan jauh sebelum ditetapkan Undang-undang tentang Desa,” kata Wagub.

Beberapa upaya yang telah dilakukan Pemprov Jabar untuk pembangunan Desa antara lain:
1. Penguatan Pemerintahan Desa, dilakukan melalui strategi; Peningkatan kapasitas Aparatur Desa dengan program pelatihan kepala dan perangkat Desa, bantuan kendaraan bermotor, bantuan pembangunan kantor kepala desa. Penguatan keuangan Desa, dengan program bantuan keuangan khusus kinerja dan infrastruktur, bantuan keuangan umum dan bantuan program. Pengaturan dan pedoman melalui kegiatan penyusunan grand design Desa serta mendorong Kabupaten/ Kota melengkapi Peraturan Daerah tentang Desa.
2. Pemberdayaan Masyarakat Desa dilakukan melalui strategi; Peningkatan kapasitas lembaga kemasyarakatan Desa dengan program pelatihan pengurus LPM, PKK, KPM, Kader Posyandu, bantuan sarana dan prasarana lembaga kemasyarakatan Desa serta pemberian penghargaan atas prestasi lembaga kemasyarakatan Desa. Pendampingan, melalui bantuan manajemen dan pendampingan usaha bagi UKM. Hibah, berupa program hibah uang sebagai stimulan dalam pengembangan kegiatan lembaga kemasyarakatan serta mendorongnya untuk membantu menyelesaikan masalah lokal.

Selain itu menurut Wagub, dalam mempercepat laju pembangunan dan pemberdayaan desa, Pemprov Jabar telah menyusun konsep gerakan membangun Desa melalui Program Desa Emas Jabar.

“Yaitu dengan memadukan program pengembangan kapasitas pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat Desa, menumbuhkembangkan semangat enterpreneur, pemanfaatan teknologi informasi serta mengangkat nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan untuk terwujudnya masyarakat desa yang mandiri, tangguh, bermartabat dan sejahtera,” jelasnya.

Sebagaimana arahan dari pemerintah pusat yang mengharuskan adanya tenaga pendamping Desa, bahwa kebutuhan tenaga pendamping bagi 5.312 Desa di Jabar harus mencapai 2.930 orang. Namun saat ini baru terpenuhi sebanyak 1.866 orang atau masih kekurangan 1.064 orang pendamping. Dengan rincian; tenaga ahli yang lokasinya di Kabupaten kuotanya 112 orang, eksisting saat ini 102 orang, jadi kurang 10 tenaga ahli. Pendamping Desa Pemberdayaan yang lokasinya di Kecamatan kuotanya 750 orang, eksisting saat ini 742, jadi kurang 8 tenaga pendamping. Selanjutnya Pendamping Desa Teknik Infrastruktur yang ada di Kecamatan kuotanya 538 orang, eksisting saat ini 57 orang, jadi kurang 481 tenaga pendamping. Terakhir Pendamping Lokal yang ada di Desa kuotanya 1.530 orang, eksisting saat ini 965 orang, jadi kurangnya 565 tenaga pendamping.

“Jadi jumlahnya yang dibutuhkan 2.930 yang tersedia 1.866, kurangnya masih 1.064 orang. Kiranya kurangnya pendamping Desa ini bisa menjadi perhatian untuk dipenuhi oleh jajaran Kementerian Dalam Negeri,” pungkas Wagub.

Pada kesempatan itu, Ahmad Erani Yustika menyampaikan terima kasih atas capaian Jabar. Terutama karena di Kabupaten Kuningan, Cirebon, Bandung Barat dan Pangandaran sekarang dana desa sudah 100% diserap.

Ia optimsitis, sampai akhir tahun ini dana Desa di Jabar bisa mencapai angka 97%. “Saya optimis sampai akhir tahun 2016 ini Jabar bisa tembus 97%,” ujarnya.

Ahmad Erani Yustika menuturkan, sejak dua tahun lalu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi secara terus menerus mensosialisasikan seluruh regulasi dan pengetahuan yang harus dimiliki kepada seluruh perangkat Desa. Karena itu Ia berharap Pemerintah Daerah dapat mempercepat pelatihan untuk perangkat Desa agar dana Desa terserap dengan maksimal.

“Kami mengharapkan agar Kemendagri dan Pemda mempercepat pelatihan untuk perangkat Desa,” tuturnya.

Ia mengatakan, total anggaran bantuan Desa tahun 2016 mencapai Rp 46 Triliun. Untuk tahun 2017 mendatang anggaran tersebut akan naik menjadi Rp 60 Triliun.

“Di tahun 2017 dana Desa tetap akan diberikan dua tahap, bulan Maret 60% dan 40% di bulan Agustus, makanya pendamping Desa harus memastikan Desa tersebut sudah memiliki BUMDes,” harapnya.

Bahkan menurutnya, di tahun 2018 Presiden Jokowi telah menjanjikan bahwa dana Desa akan mencapai Rp 120 Triliun.

“Jadi setiap Desa akan mendapatkan Rp 1,5 Miliar,” ucapnya.(rls)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: