» » » Bupati Abubakar Tinjau Lokasi Longsor di KBB

SJO, KBB - Dalam satu pekan terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang longsor. Pemerintah setempat, menetapkan status tanggap darurat bencana.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) KBB ada beberapa titik longsorang, namun yang dinilai besar terjadi di sejumlah Kecamatan seperti Padalarang, Saguling dan Cililin.

Di kecamatan Padalarang, sebuah benteng sekolah yakni SDN 2 sudimampir setinggi Lima meter dengan lebar 20 meter ambrol dan menutupi selokan di bawahnya dan menyebabkan banjir di RW 24 Desa padalarang.

Di Desa Mekarjaya Padalarang, sebuah tebing ambrol dan menimpa rumah warga. Hal yang sama juga terjadi di Desa/Kecamatan Cililin, sebuah rumah tertimpa longsor.

Kecamatan Saguling merupakan daerah yang banyak terjadi longsor. Beberapa longsoran terjadi di kecamatan tersebut. Yang terparah terjadi di Desa saguling, material tanah memutus jalan di kampung Cikarang rT 02 RW 07, dua rumah terbawa longsor dan dua orang warga terluka.

"Ada 52 rumah mengalami kerusakan di Kecamatan Saguling, ada beberapa desa yang mengalami longsor karena cuaca ekstrim pekan ini,"tutur Bupati Bandung Barat, Abubakar ketika melakukan peninjauan lokasi longsor Kecamatan Saguling, Kamis (13/10/2016).

Pemerintah KBB sudah menetapkan status siaga bencana sejak beberapa waktu lalu. Mengingat, Bandung Barat merupakan daerah rawan longsor dan angin puting beling.

"Sekarang statusnya sudah dinaikan menjadi tanggap darurat bencana, berlaku sejak Rabu (12/10/2016) dan berakhir empat belas hari kedepan,"katanya.

Dengan peningkatan statua tanggap darurat, maka penanganan korban akan lebih maksimal. Seperti seorang nenek yang harus dirawat di rumah sakit karena sempat tertimbun longsor, seluruh pembiayaannya ditanggung oleh Dinas Kesehatan.

Selain itu, para pengungsi juga mendapatkan penanganan dari bebrbagai dinas terkait.

"Alat berat juga dikarahkan untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Tapi, karena alat beratnya terbatas, maka kami melakukan skala prioritas, karena titik longsornya cukup banyak,"katanya.

Abubakar melanjutkan, khusus untuk Kampung cikarang desa Saguling, dalam waktu dekat akan dilakukan penelitian struktur tanah oleh Badan Geologi.

"Di Cikarang ini sebenarnya banyak pohon keras dan tidak ada retakan, tapi terjadi longsor cukup besar, makanya harus diteliti dulu oleh badan geologi, apakah masih layak didirikan rumah atau tidak, nanti rekomemdasi dari badan geologi akan dijadikan landasan bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah selanjutnya,"imbuhnya.(tim)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: