» » » Dua Desa di Kabupaten Purwakarta Terancam Virus menular Diphteria

SJO PURWAKARTA. Dua Desa di wilayah Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta terancam Virus menular Dephteria. "Penyakit tersebut tergolong penyakit Kejadian Luar Biasa (KLB), karena virus dephteria selain menular juga mematikan."

Ke enam anak warga di Desa Mekargalih Dan Desa Cisalada Kecamtan Jatiluhur Kabupaten Purwkarta Jawa Barat, sudah positif terjangkit Virus Dephteria. Yang kini tengah dirawat di tiga rumah sakit di Jawa Barat yakni di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, RSUD Kabupaten Karawang dan RS Hasan Sadikin Bandung. "Namun, dari ke enam penderita penyakit dephteria, salah satunya telah meninggal di RS Hasan Sadikin Bandung atas nama Ilham (6) warga Desa Cisalada Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta." Pasalnya.

Dr Agung Darwis Direktur RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta Mengatakan bahwa, telah koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta, Dinkes Provinsi Jabar dan RS Hasan Sadikin Bandung. Yang mana sudah ditetapkan bahwa kasus penyakit tersebut termasuk penyakit KLB. "Kini sebagian pederita dephteria masih dirawat di tiga Rumah Sakit, yakni RSUD Bayu Asih Purwakarta, RSUD di Karawang, dan RS Hasan Sadikin Bandung." Kata Agung. Selasa (13/9).

Agung Darwis membenarkan bahwa ada beberapa pasien yang masuk adalah pasien dengan penderita Diphteria. “Benar, ini Kejadian Luar Biasa." Tuturnya, Selasa (13/9).

Agung menambahkan, Mayoritas pasien terjangkit Diphteria sendiri adalah anak-anak usia di bawah 10 tahun. Mereka berasal dari Desa Mekargalih dan Desa Cisalada. Pasalnya, Virus Diphteria bersumber dari bakteri Corynebacterium diphtheriae. Berdasarkan catatan sejarah virus ini dapat menular lalu dapat menyebabkan kematian. Penderita Diphteria akan mengalami kelumpuhan otot tertentu. "Anak dengan usia di bawah sepuluh tahun sangat rentan terserang penyakit ini." Ujarnya.

Sehingga Agung menjelaskan, Penularan virus Diphteria sendiri dapat terjadi melalui cairan dari mulut atau hidung penderita penyakit diphteria, juga dari jari-jari serta handuk yang terkontaminasi. "Serangan virus Difteri dapat dicegah melalui vaksinasi yang berkualitas sejak dini kepada anak-anak." Ujarnya.

Sehingga, kasusnya dinyatakan KLB, karena dari jumlah persentase kasusnya, dari 6 kasus, satu diantaranya meninggal dunia, atasnama Ilham (6), yang sempat di rawat di RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat." Jelasnya.

Penyakit Diphteria yang menular dan mematikan ini, menurutnya menyerang saluran pernapasan diabagian atas, dan korbannya bisa merasakan panas dan meriang saat awal terserang.

"Diduga timbulnya penyakit ini, karena pemberian imunisasi yang tidak tuntas, terhadap anak anak yang menjadi korban Bakteri Corynebacterium Diphteriae." Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: