» » » Buah Karya Anak Bangsa Indonesia Mencuri Perhatian Pangab Pakistan

SJO, BANDUNG - Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Jenderal Rashad Mahmood dengan menggunakan Pswt C-230 Hercules VIP No Reg A-1341 Tu, tiba di Bandara Husein (21/09), disambut hangat oleh Kasdam III / Siliwangi, Asintel Kasdam, Asops Kasdam, Dandim 0618/BS dan Danlanud Husein Sastranegara.

Kedatangan Pangab Pakistan dalam rangka meninjau PT Pindad dan PT DI. Ia sengaja datang untuk melihat langsung kehebatan senjata ringan buatan karya anak bangsa dan melihat secara langsung perkembangan PT Dirgantara Indonesia dalam pembuatan pesawat.

Rashad datang bersama rombongan angkatan bersenjata Pakistan. Antara lain, Dirjenopsren Mayor Jenderal Musarratt Nawaz Malik; Koorspri Angkatan Bersenjata Pakistan, Brigadir Jenderal Muhammad Aqeel; Athan Pakistan di Jakarta Kolonel Muhammad Shahid Siddeeq; dan ADC Angkatan Bersenjata Pakistan, Mayor Dawer Ahmed. Kedatangannya juga didampingi jajaran Mabes TNI, dengan rombongan dipimpin langsung oleh Kapuskersin Mabes TNI Laksamana TNI Tatut Eko Witjaksono bersama sembilan anggota dari Mabes TNI .

Dalam peninjauannya ke PT Pindad, Rashad disambut oleh Dirut PT Pindad (Persero). Dengan menggunakan kendaraan Anoa, Pangab Pakistan meninjau Divisi Kendaraan dan Senjata. Ketertarikan beliau sangat terlihat pada saat berada di divisi senjata ringan, yang beberapa kali terbukti di kancah internasional telah membawa harum nama TNI melalui kejuaraan ASAM.

Dalam peninjauannya, Beliau langsung menjajal senjata laras panjang buatan PT Pindad jenis SS 2 V 7 di lapangan tembak Pindad. Ia pun langsung menyatakan ketertarikannya dengan senjata ringan buatan PT Pindad tersebut. Setelah dari PT Pindad, Rombongan Rashad melanjutkan peninjauan ke PT DI. Di teras gedung pusat manajemen PT DI, Pangab Pakistan disambut hangat oleh Direktur Niaga Restrukturisasi Budiman Saleh, General Manager Air craft services dan Kepala DIvisi ACS customer support.

Rashad menyampaikan akan mempertimbangkan kerjasama kembali, dimana setelah sekian lama negara Pakistan belum pernah melaksanakan kerjasama dalam jual beli pesawat terhitung semenjak pembelian 4 pesawat CN 235-220 pada era 90an yang digunakan untuk alat angkutan militer dan VVIP . Pernyataan inyi disampaikan langsung oleh Rashad pada saat peninjauan ke Hanggar Fix wing (pesawat) dan Hanggar rotary wing (helicopter). (Pendam III/Siliwangi)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: