» » Seskab Pramono Anung Dukung KNH 2016 dan Dorong Roadmap Humas Indonesia

SJO, JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mendukung penuh Konvensi Nasional Humas (KNH) 2016 pada 27-28 Oktober mendatang di Bandung. 

Dukungan diperlihatkan dengan kesediaan Seskab hadir pada acara KNH 2016 nanti, yang disampaikan langsung dalam audiensi dengan Badan Pengurus Pusat (BPP) Perhimpunan Humas Indonesia (Perhumas), Panitia KNH 2016, maupun Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Bandung.

"Beliau siap hadir sebagai pembicara. Seskab juga meminta praktisi humas membantu mensosialisasikan program pemerintah dalam tiga tahun mendatang. Dan minta hasil konvensi humas nantinya dipaparkan langsung kepada Presiden Jokowi," katanya setelah audiensi di Kantor Seskab, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Menurut Agung, Seskab juga merespon keinginan pengurus Perhumas untuk bergabung bersama sebelum KNH 2016 guna menghasilkan produk bersama yaitu Peta Jalan (roadmap) Kehumasan Indonesia.

“Roadmap ini akan mendukung program kerja pemerintah serta menjadi barometer fungsi tugas humas dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara ekonomi terbesar ke tujuh di dunia pada 2030 mendatang,” sambungnya.

Agung merespon permintaan itu dengan kesediaan pihaknya untuk selalu siap membantu program kehumasan pemerintah ke depan. Terlebih, tercapainya profesionalisme kehumasan di Indonesia merupakan fungsi dasar Perhumas.

“Jadi kami siap membantu sosialisasikan visi dan misi pemerintah oleh anggota kami, para praktisi humas, karena hal ini penting bagi Indonesia” tambah Agung lagi.

Ketua Panitia KNH 2016, yang juga Ketua BPC Perhumas Bandung N. Nurlaela Arief menambahkan, dengan banyaknya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah, pihaknya kian berkomitmen mensukseskan acara.

"Kami akan sukseskan konvensi ini, kami siap menghantarkan pertemuan nanti dalam bentuk pemikiran, solusi, maupun peta jalan kehumasan guna mendukung reputasi terbaik Indonesia di tahun 2030," katanya.

Lala, panggilanya, menambahkan, gagasan Mensesneg menyampaikan hasil konvensi kepada Presiden Jokowi juga akan direspon dengan persiapan pihaknya menyusun semacam prosiding bagi KNH 2016. Telaahan ini kelak bisa dijadikan referensi untuk akademisi dan praktisi kehumasan di Indonesia. (*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: