» » Polisi Amankan Sembilan Terduga Perusakan Rumah Ibadah di Tabjungbalai

Foto: Google
SJO, BATAM - Kerusuhan di Kota Tanjungbalai pada Jumat (29/7/2016) hingga Sabtu pagi menyebabkan sembilan rumah ibadah milik umat Buddha rusak. Sembilan warga yang terlibat telah diamankan. Sementara kerusuhan di Kabupaten Karo menyebabkan seorang warga tewas.

"Ada sembilan orang yang diamankan. Tujuh orang diduga melakukan penjarahan, dua orang terekam CCTV saat melakukan kekerasan pada saat peristiwa terjadi," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu (31/7/2016).

Persoalan bermula dari adanya keluhan seorang warga bernama Meliana (41) warga Jl Karya Kelurahan Tanjung Balai Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota, Tanjung Balai, Sumatera Utara terhadap suara azan yang dikumandangkan di Masjid Al Maksum Jl Karya.

Sebelum kericuhan meledak, Meliana mendatangi nazir masjid menyampaikan keluhan. Ia merasa terganggu dengan suara azan yang dikumandangkan pihak masjid.

"Setelah oknum tadi menyampaikan keluhan, pihak masjid kemudian mendatangi kediaman wanita bernama Meliana (setelah salat Isya). Lalu, karena timbul keributan, pihak kepala lingkungan dan kelurahan setempat yang kooperatif kemudian membawa masing-masing pihak ke polsek setempat untuk dimediasi," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7/2016).

Entah bagaimana, jumlah warga semakin bertambah dan bergerak ke Vihara Juanda yang berjarak sekitar 500 meter dari Jl Karya dan kemudian melakukan pengerusakan. Kemudian, di Jl Hamdoko barang di dalam kelenteng dirusak dan praktek pengobatan tinghoa dihancurkan serta satu unit motor nyaris dibakar.
Di Jl KS Tubun, massa merusak barang-barang yang ada dalam klenteng dan satu unit bangunan milik Yayasan Putra Esa di Jl Nuri. Di Jl Imam Bonjol masyarakat membakar barang-barang yang ada dalam satu vihara.

Kemudian, di Jl WR Supratman massa merusak isi bangunan yayasan sosial dan merusak 3 unit mobil. Di Jl Ahmad Yani, massa merusak pagar vihara. Serta di Jl Ade Irma, massa membakar barang-barang yang ada dalam satu unit klenteng.

Kapolri mengatakan telah menambah pasukan Polri dan TNI untuk mencegah timbulnya kembali gesekan di Tanjungbalai dan digelar pertemuan antartokoh masyarakat.

"Tokoh-tokoh masyarakat buat kesepakatan untuk menjaga ketertiban di Tanjungbalai," tambah Tito.
Di tingkat provinsi, Tito memimpin pertemuan bersama tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendinginkan suasana.

Tito berharap semua daerah di Sumatera Utara tidak terprovokasi dengan kabar yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

"Karena ini yang paling utama adalah masalah media sosial," ujar Tito.(dbs)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: