» » » » Pelajar SD di Purwakarta Lumpuh Usai Divaksin di Sekolahnya

SJO PURWAKARTA. Pelajar kelas dua (2) Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Purwakarta, mengalami kelumpuhan, usai menjalani vaksin massal di sekolahnya SDN 1 Linggarsari Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta. "Pihak keluarga menyesal sikap sekolah, yang terkesan lepas tangan. Korban kini hanya dibiarkan tergolek di rumah, tanpa bisa lagi sekola, karena tidak ada biaya untuk berobat."

Rina orang tua, Rika Nurcahya Rani (8) korban vaksin warga Kampung Cidangdeur Desa Linggarsari Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, mengatakan, sudah 2 bulan lamanya, anaknya mengalami kelumpuhan, hingga tak bisa lagi sekolah. "Saya telah berupaya membawanya ke Dokter Desa, namun tidak ada perubahan. Ironisnya, kelumpuhan yang menimpa anak saya, terjadi usai ia menjalani vaksinasi massal di sekolah, 8 bulan lalu." Jelas Rina ibu Korban, kepada seputarjabar.com, Selasa (30/8).

Rina orang tua korban, menjelaskan, pada awalnya Rika mengalami panas tinggi dan pembengkakan di bagian lengan yang disuntik vaksin. Kemudian jatuh sakit, hingga akhirnya menderita kelumpuhan. Setelah di imunisasi terasa, pegal, panas meriang, nangis saja dan jarang berangkat sekolah, karena merasakan sakit di bagian tangan yang bengkak. "Pernah di periksakan kedokter dan mantri sakitnya karena dampak imunisasi, tetapi pihak nya tidak tahu vaksin apa yang disuntikan kepada anak saya. Jadi saya juga bingung, kepada siapa saya harus menuntut tanggung jawab...? Ungkap Rika sambil meratapi anaknya.

Keluarga korban yang tergolong tidak mampu ini, menyesalkan pihak sekolah, yang terkesan lepas tangan. Keluarga korban berharap agar Rika Nurcahya Rani, dapat segera sembuh dari kelumpuhannya, dan bisa kembali bersekolah sebagaimana anak seusianya. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: