» » » MUI Purwakarta Resah Rencana Pemisahan Jemaah Haji


SJO PURWAKARTA. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta, resah, setelah mendapat kabar dari Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta, terkait rencana pemisahaan jemaah haji. Sehingga rombongan jemaah haji yang sudah diatur oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), bisa menjadi terpencar pencar.

Kh Abun Bunyamin Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, mengatakan, bahwa rencana pemisahan jemaah haji dari hasil laporan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta, sepekan lalu dapat mumbuat resah para calon jemaah haji asal Kabupaten Purwakarta. Jelasnya selasa (9/8).

Sistem baru pemisahan jemaah haji yang akan digulirkan Kemenag tahun ini, yang berpatokan kepada kecepatan penyelesaian pembuatan paspor, bisa berdampak terpencarnya para jemaah haji dari rombongan masing masing KBIH. "Karena dari sistem baru pemisahan jemaah haji ini, juga, konsekuensi adanya kloter 14 Purwakarta yang akan berangkat tanggal 14 Agustus 2016, tidak memiliki pembimbing."

MUI Kabupaten Purwakarta berharap, Kemenag selaku penyelenggara pelaksanaan ibadah haji, masih memberlakukan sistem lama, yakni didasari pada usulan atau Pra Manifest dari Kemenag Kabupaten ataupun Kota. "Untuk Kabupaten Purwakarta, sebanyak 603 orang calon jemaah haji, akan terbagi menjadi dua kloter yakni kloter 14 dan kloter 55 yang akan bergabung dengan calon jemaah haji asal Kabupaten Karawang."

Guna mencegah diberlakukannya sistem baru yakni pemisahan jemaah haji ini, pihak MUI Kabupaten Purwakarta, telah berkoordinasi dengan Kemenag Kabupaten Purwakarta, sehingga dapat dipastikan Kemenag masih menggunakan sistem lama, tanpa membuat resah para calon jemaah haji." Pungkas Ketua MUI Kabupaten Purwakarta Kh Abun Bunyamin. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: