» » » » Kontribusi Program Bandung Masagi Untuk Ketahanan Nasional

DINAS Pendidikan Kota Bandung bekerjasama dengan Yayasan Mahayuda menggelar seminar implementasi Bandung Masagi di  Aula Satata Sariksa Rindam III Siliwangi Jl. Manado No. 2 Bandung. ¬¬Program Bandung Masagi merupakan program baru dari pemerintah daerah kota Bandung di tahun ajaran 2016/2017 sebagai penjabaran dari revolusi mental Presiden Jokowi.

Seminar yang mengangkat tema “Pendidikan karakter budaya produktif dalam konteks ketahanan nasional dan bela Negara menuju Bandung Masagi” ini dihadiri DPRD Jawa Barat bidang pendidikan dan seluruh Kepala SD, SMP, SMA, SMK se-kota Bandung dengan narasumber Mayjen TNI Cucu Somantri (Lemhanas) dan Ir. Ujang Koswara (Yayasan Pilar Peradaban).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana menyatakan, seminar untuk mengangkat kemampuan para kepala sekolah di Kota Bandung agar wawasan keilmuan mengenai karakter nilai-nilai kebangsaan bisa bertambah.

Seminar bertujuan menambah aspek kompetensi pedagogic dan akademik yang diharapkan para kepala sekolah, guru dan penggiat pendidikan serta elemen masyarakat yang peduli pendidikan akan menyadari pentingnya karakter dan wawasan kebangsaan serta bela Negara.

Mayjen TNI Cucu Somantri yang juga merupakan pengajar Lemhanas mengatakan, pemantapan karakter nilai-nilai kebangsaan di masyarakat merupakan salah satu upaya membangun kesadaran dan komitmen kebangsaan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Cucu memaparkan, dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pasca reformasi perlu terus dicermati dan diwaspadai oleh seluruh komponen anak bangsa seiring terbukanya akses informasi dan teknologi saat ini.

Pemerintah perlu memberikan penyadaran kepada seluruh komponen bahwa penyimpangan dalam proses reformasi dan pengaruh negatif nilai-nilai global merupakan bagian tidak bisa dihindari dan harus dilalui dalam rangka proses konsolidasi demokrasi dan penataan sistem sosial menuju sistem bersifat kultural, subtantif dan permanen.

Karena itu spirit dan semangat kebangsaan tersebut harus disepakati untuk menjadi landasan dan pedoman dalam pembentukan jati diri bangsa yang bersumber pada empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Lebih lanjut Cucu memaparkan, ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.

Wilayah Indonesia bersifat terbuka, artinya ancaman dari luar sangat mungkin datang dari segala arah. Di samping itu, sifat bangsa Indonesia majemuk memiliki potensi konflik yang cukup tinggi. Karena itu, Indonesia perlu mempersiapkan sistem keamanan nasional secara baik.

 Di era globalisasi seperti saat ini, nilai-nilai wawasan kebangsaan dan bela negara perlu tertanam dalam jiwa pendidik yang punya tanggung jawab dalam mencerdaskan anak bangsa.

Embrio Gerakan Bandung Masagi telah ada sejak bulan Oktober 2015 dan Februari 2016 dibentuk Tim Bandung Masagi oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung, yang terdiri atas Pokja Religi, Pokja Seni Budaya, Pokja Lingkungan, dan Pokja Integritas. Sebagai program Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang selaras dengan program revolusi mental Presiden Joko Widodo. Tim ini diisi dari berbagai unsur; kedinasan, guru, kepala sekolah, civil society, akademisi, komunitas difabel, dan budayawan. Tim telah bekerja menyusun konsep dan mengembangkan gagasan model pendidikan karakter untuk peserta didik kota Bandung.

Model pendidikan karakter Bandung Masagi berharap siswa di Kota Bandung menjadi generasi yang jujur, tangguh, peka, peduli, berani, tekun, kritis, inisiatif, kreatif, ramah, bertanggung jawab. Tercermin dari sikap religius, kearifan terhadap budaya sendiri, kencintan lingkungan, kecintaan terhadap bangsa dan negaranya. Dengan berlandaskan filosofi silih asih, silih asah, silih asuh dan silih wawangi.(***)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: