» » Kemendes Ajak Bangun Indonesia Berbasis Desa

SJO, BANDUNG -Saat ini banyak kalangan membicarakan desa. Urusan desa tampak seksi, apalagi setelah undang-undang nomor 6 tahun 2014 disahkan oleh pemerintah. Dengan demikian desa mempunyai otonomi dalam menjalankan pemerintahan daerah. Pembangunan desa merupakan inti dari pembangunan Indonesia.

Demikian disampaikan Yudi Cahyudin Direktur Eksekutif  Komunitas Pegiat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada pembukaan Pelatihan Kader Penggerak Desa Jalan Seram nomor 5, Citarum, Kota Bandung, Jum’at (12/8) sore.

Ia menerangkan, hadirnya Komunitas Pegiat Desa bertujuan salah satunya untuk mewadahi orang-orang yang giat mendampingi desa supaya bisa bergabung bersama-sama dalam memberdayakan potensi dan aset yang dimiliki desa.

“Jangan gengsi jadi kepala desa atau penggerak desa, karena untuk menciptakan good government tidak sebatas menjadi kepala daerah seperti gubernur atau bupati,” terang Yudi di hadapan sekitar 50 aktivis mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ia memberikan ruang dan kesempatan kepada para mahasiswa untuk ikut serta mengawal dan berkontribusi langsung dalam proses pembangunan Indonesia yang berangkat dari kawasan desa.

Dari 74.000 desa di seluruh Indonesia, lanjut Yudi, banyak hal yang bisa dilakukan, misalkan bisa menjadi mitra pemerintah dalam perumusan dan pelaksanaan regulasi tentang desa. “Rawat dan ajak diskusi tentang desa,” kata mantan Ketua PMII Bandung itu dalam pelatihan yang bertajuk Mahasiswa Membangun Indonesia dari Desa.

Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi di antaranya tentang Sistem Pembangunan Desa, Implementasi Hukum Desa, Visi Ideologis Pemberdayaan Undang Undang Desa, sekaligus merumuskan rekomendasi dari hasil Focus Discussion Group (FGD).

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: