» » Ini Jawaban Kodam Terkait Pesan Medsos Hari Minggu :

SJO, BANDUNG - Sebelum Kodam III/Siliwangi memberikan konfirmasi tentang release akun facebook perpustakaan jalanan, perlu kiranya Kodam III/Siliwangi sampaikan bahwa benar sampai dengan saat ini Kodam III/Siliwangi masih terus melaksanakan kegiatan patroli dan penertiban komunitas geng motor yang ada di wilayah Jabar dan Banten, dan salah satu kota yang ada didalamnya adalah kota bandung. Mengapa patroli ini tetap dilaksanakan dikarenakan beberapa hal sebagai berikut :

1. Membantu Pemda dan Kepolisian dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta untuk memenuhi keinginan masyarakat Jabar dan Banten  yang sampai dengan saat ini masih merasa tidak aman dan nyaman khususnya apabila bepergian di malam hari, masyarakat khawatir terulangnya kembali kriminalitas yang dilakukan oleh komunitas, geng atau begal motor beberapa waktu yang lalu dan bahkan korban dari kriminalitas komunitas, geng atau begal motor  tersebut sampai luka parah dan bahkan meninggal dunia.

2. Sudah adanya kesepakatan khusus di wilayah Bandung tentang aturan batas waktu malam maksimal komunitas geng motor diijinkan untuk berkumpul yaitu sampai dengan pukul 22.00.  Kesepakatan ini diambil setelah seluruh perwakilan komunitas motor yang ada di kota bandung dan sekitarnya melaksanakan pertemuan dengan Dandim 0618/BS di Aula Kodim 0618/BS beberapa waktu lalu.  Bilang ada yang melaksanakan kegiatan lebih dari jam tersebut maka akan dibubarkan, termasuk bila ada komunitas motor yang melaksanakan kegiatan apapun harus terlebih dahulu memberitahukan kepada kepolisian atau Kodim setempat.

Lalu berkaitan dengan release akun facebook perpustakaan jalanan, Kodam III/Siliwangi memberikan kesempatan kepada teman – teman komunitas perpustakaan jalanan untuk berlapor kepada Denpom bandung bila memang pada saat kegiatan patroli yang dilaksanakan pada waktu itu ada oknum prajurit yang melakukan tindakan pemukulan dan hal tersebut akan kita tindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku, tetapi pada tulisan ini perlu kiranya ditegaskan bahwa pada saat kegiatan tanggal 20 Agustus malam yang lalu “TIDAK ADA PRAJURIT TNI DALAM HAL INI KODAM III/SILIWANGI YANG MELAKUKAN TINDAK PEMUKULAN...YANG ADA ADALAH BEBERAPA ANAK MUDA YANG BERKUMPUL MALAH MEMBENTAK – BENTAK PETUGAS YANG SEDANG MELAKSANAKAN TINDAKAN PENERTIBAN”.

Selanjutnya kepada masyarakat Bandung, Kodam III/Siliwangi mengajak masyarakat untuk sama sama berpikir secara logis tentang tulisan yang dibuat oleh akun perpustakaan jalanan.  Kegiatan penertiban yang dilaksanakan oleh Kodam III/Siliwangi pada saat itu dilaksanakan dikarenakan petugas dilapangan melihat bahwa aktifitas yang mereka lakukan dapat menjurus kepada aktifitas negatif dasn meresahkan. Mengapa dikatakan menjurus kearah hal yang meresahkan dengan alasan sebagai berikut :

1. Mengapa kegiatan membaca buku – buku ini harus dilaksanakan dengan berkumpul di suatu tempat pada malam hari, bukankan penerangan pada malam hari tidaklah sebaik pada siang hari, bukankah hal ini menjadi suatu yang aneh...? dan mengapa menamba ilmu membaca buku dilaksanakan malam hari di taman – taman yang penerangannya tidak baik, apakah tidak ada lagi tempat di bandung ini yang lebih baik...?

2. Mengapa kegiatan ini harus dilakukan lebih dari pukul 23.00, bukankah waktu tersebut sudah cukup larut untuk melakukan kegiatan berkumpul, bahkan bisa jadi bukanlah kegiatan berkumpul untuk sesuatu yang positif tetapi malah nantinya menjadi suatu yang negatif. Contoh sudah ada yaitu komunitas atau geng motor yang selama ini berkumpul untuk kegiatan positif malah melakukan kegiatan yang mengarah kepada kriminalitas.

3. bagaimana dengan buku – buku yang dibawa oleh komunitas perpustakaan jalanan ini, apakah buku – buku atau apapun bentuk tulisan yang dibawa, sudah terlebih dahulu diketahui kredibilitasnya, apakah benar buku – buku tersebut adalah buku – buku yang diijinkan untuk dibaca oleh kaum muda, atau malah buku – buku yang didalamnya berisi topik yang tidak sesuai ? ( tentu saja akan lebih baik bila komunitas ini berlapor dahulu kepada instansi pemerintah terkait seperti pemda, pemkot atau dinas pendidikan dan kebudayaan setempat )

Terakhir perlu kiranya disampaikan KODAM III/SILIWANGI AKAN TETAP MELAKSANAKAN PENERTIBAN KOMUNITAS GENG MOTOR DAN KOMUNITAS LAIN YANG MELAKUKAN TINDAKAN BERKUMPUL TIDAK SESUAI DENGAN ATURAN YANG BERLAKU, TIDAK LAIN DAN TIDAK BUKAN HANYA UNTUK MEMBANTU PEMDA, PEMKOT DAN KEPOLISIAN WILAYAH JABAR DAN BANTEN DALAM MENCIPTAKAN KEAMANAN, KETERTIBAN DAN KENYAMANAN.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: