» » » Batik dan Tenun Bidik Pasar Jerman dan Jepang

SJO, BANDUNG-Negara Jerman dan Jepang sangat meminati produk kain tenun dan batik Indonesia.

"Jerman dapat menjadi pasar potensial tenun nusantara. Negara itu meminati tenun Bali, Padang, Palembang, dan Nusa Tenggara Timur (NTT)," tandas Chief Executive Officer (CEO) Maxxindo, Desay Savitri Devi, pada Gelar Kain Nusantara di Nexa Hotel, Jalan Supratman, Bandung, Kamis (4/8).

Desay menyatakan, cukup tingginya minat Eropa terhadap tenun, salah satunya, kemungkinan karena kondisi cuaca yang dingin. Tidak heran, katanya, permintaan Eropa pada tenun terus meningkat. Situasi itu, lanjutnya, menjadi sebuah peluang yang sebaiknya termanfaatkan secara optimal.

Sayangnya perajin tenun masih mendapat kendala untuk menembus pasar global, khususnya Eropa. Di antaranya, ucapnya, "Para perajin ingin memperoleh fasilitas penuh untuk menggelar pameran di Benua Biru. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah lebih intens memfasilitasi para perajin kain nusantara".

Begitu pula dengan batik. Desay mengutarakan, sejauh ini, negara-negara Eropa pun meminati batik Indonesia. Sebut saja Belanda dan Belgia. Tidak hanya kedua negara itu, ada juga negara Asia yang berpotensi menjadi pasar batik yakni Jepang.

Gelar Kain Nusantara menargetkan transaksi mencapai Rp 20 miliar serta pengunjung 15-20 ribu orang. (*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: