» » » Pemkab Purwakarta Ultimatum Pada Warga dan Aparat Setempat Terkait Larangan Penitipan Motor bagi Pelajar


SJO PURWAKARTA. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta memberi ultimatum pada seluruh elemen pemerintah dan warga untuk dapat menghalau atau membubarkan tempat penitipan motor oleh pelajar. "Mulai besok kami bersama jajaran Polres Purwakarta akan razia pelajar pakai motor dan langsung menindak tegas ke tempat tempat di sekitar sekolah yang sering digunakan penitipan motor pelajar."

Atas peristiwa tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, langsung mengambil sikap tegas yakni berikan ultimatum pada warga juga aparat pemerintahan dasar dari tingkat Rt hingga tingkat Kecamatan. Karena larangan anak dibawah umur untuk mengendarai kendaraan bermotor ternyata belum berjalan secara merata.

Maka kejadian lalu menjadi salah satu bukti dengan tewasnya seorang pelajar kelas 1 Sekolah Dasar bernama Vivilia Apidah (6), tertabrak oleh sepeda motor yang dikendarai oleh Fitra Gema Ramadhan (16) pelajar di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Purwakarta Jum’at (29/7) lalu di ruas jalan Purwakarta – Bandung, Sukatani Purwakarta.

Kejadian itu, langsung disikapi secara tegas oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, dengan cara memecat pelaku dari sekolahnya, kini berbuntut panjang.

"Pemkab Purwakarta bekerja sama dengan Polres setempat akan menggelar razia bersama untuk menekan penggunaan kendaraan bermotor oleh anak dibawah umur." Pasalnya.

Dedi, menambahkan, pihaknya sudah meminta kepada jajaran Ketua RT/RW di seluruh wilayah Purwakarta untuk merazia rumah-rumah di sekitar sekolah yang kerap kali dijadikan tempat penitipan kendaraan bermotor milik siswa.

"Sehingga Dedi, mengultimatum, jika kedapatan ada kendaraan bermotor, pihaknya tidak akan segan untuk menarik kendaraan tersebut dan memberikan sanksi tegas kepada pemilik penitipan." Tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, pihak kepolisian akan menggelar sosialisasi aktif kepada orang tua yang membiarkan anaknya membawa kendaraan bermotor. Pihaknya pun tidak akan segan mengambil tindakan jika sosialisasi persuasif tidak diindahkan.

“Kita akan mulai ke sekolah-sekolah, mengumpulkan para orang tua dan berbicara kepada mereka dari hati ke hati. Ini penting untuk keselamatan anak-anak mereka juga. Semoga bisa meminimalisir kecelakaan di jalan raya”. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: