» » Kurangnya Sosialisasi, Warga Diluar Lahan Eksekusi PT KAI di Jalan Stasion Barat Keluhkan Debu Dari Proses Pembersihan


SJO BANDUNG - Eksekusi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan lahan PT KAI di Jalan Stasion Barat, Bandung, Selasa (26/7) berlangsung sukses. Namun, dibalik proses eksekusi kemarin faktanya menyisakan dampak langsung kepada warga yang berdekatan dengan lokasi pembongkaran. Soleh dan Endang aziz mengeluhkan proses pembersihan puing - puing sisa pembongkaran yang berdampak ke  rumahnya hingga terkena debu sisa puing.

"Tidak ada pemberitahuan kepada warga sekitar. Kita ini jarak dari lokasi hanya 1 meter dari lokasi pembongkaran" Kata Soleh sekretaris RT.03.

Pemilik rumah yang jaraknya berbatasan langsung dengan lahan PT KAI juga menyayangkan, pihak eksekutor tidak melihat denah terlebih dahulu saat melakukan pembongkaran. Sehingga nyaris saja rumah miliknya diduga jadi sasaran.

"Rumah saya hanya berjarak sekitar semeter dari lokasi lahan. Sekarang debu dari pembongkaran kena ke rumah saya. Eksekutor juga tidak memiliki peta wilayah, akibatnya kalau tidak ditunjukan oleh warga, bisa- bisa rumah saya juga kena imbas" Kata Aziz.

Warga meminta pihak PT KAI memperhatikan situasi warga diluar lain yang lokasinya berdekatan. Apalagi rencana pengerjaan diduga akan memakan waktu 24 jam setiap harinya.

Saat dihubungi terpisah, Manajer Humas PT KAI daop II Bandung Pranoto Wibowo menjawab keluhan tersebut. Pihaknya merasa aneh, bahwa tidak ada warga di sekitar lokasi.

"Eksavator dilahan kereta api, tadi malam tidak ada yang bekerja. Warga yang mana, itu jauh loh, kalo bapak lihat itu jauh. Eksavator kami bekerja di jalan jauh dari pemukiman warga. Saya aneh, karena eksavator kami bekerjanya jauh dari pemukiman warga. Backhoe kami ini jauh dari perumahan warga, kami tempatkan di luar jalan" Jelasnya kepada seputarjabar.com via seluler.

Meski warga mengeluhkan, pihaknya justeru merasa aneh, kantor daop II yang jaraknya berdekatan malah tidak terkena imbas dari debu puing.

"Kantor kami saja tidak terkena debu. Ini situasinya cukup cerah, kalau warga mengaku terkena debu sedikit kami memohon maaf jelang pembersihan bekas-bekas penertiban asset kami. Jadi puing-puingnya kami angkut ke tempat pembuangan sampah. Kenyataannya eksavator kami kerja sampai beres, kami mengerahkan beberapa bakhoe dan beberapa truk agar cepat beres" pungkasnya.(Don)



«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: