» » » Kodam III/Siliwangi Akan Percepat Penertiban Rumah Dinas TNI AD Di KPAD Gerlong


Foto : Miris melihat kondisi rumah dinas prajurit aktif TNI AD di kawasan Jalan Tongkeng, Kota Bandung. Sementara, masih terdapat rumah dinas yang layak huni namun di satu sisi rumah tinggal layak yang seharusnya ditempati Prajurit TNI AD aktif, Purnawirawan maupun Warakawuri malah telah berpindah tangan kepada yang tidak berhak. Hal tersebut menjadi acuan Kodam III/Siliwangi untuk mendata ulang asset Negara yang berada di Teritorialnya.


Foto : Pihak Kodam Siliwangi saat akan melakukan pendataan ulang. Warga bersikukuh dan merasa sebagai penghuni sah.

SJO BANDUNG - Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Geger Kalong menjadi titik pendataan yang digelar kemarin, Jum'at (1/7). Namun proses pendataan yang dilakukan Kodam III/Siliwangi dengan tim dari Asintel, Aslog Kasdam dan Kapendam mengalami hambatan. Warga yang mengaku asli penghuni berupaya menghalangi kedatangan personel Kodam Siliwangi dengan memasang rintangan di pintu gerbang masuk KPAD.


Foto : Warga memblokade pintu masuk kedalam Komplek Perumahan Angkatan Darat Geger Kalong.

Kapendam Siliwangi Letkol M Desi Ariyanto mengatakan, "Kita melaksanakan pendataan terakhir sebelum nanti kita melakukan penertiban" Ujarnya kepada awak media.


Foto : Beberapa orang yang mengaku warga terlibat adu mulut saat dilakukan pendataan.

Kodam Siliwangi juga meluruskan perihal penertiban bukan kepada seluruh penghuni KPAD, namun ditujukan kepada penghuni yang sudah diluar ketentuan peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) yaitu "Anggota TNI Aktif, Purnawirawan dan Warakawuri yang berhak menempati, diluar itu tidak dibenarkan menguasai asset negara".

"Sekaligus meluruskan bahwa penertiban dilakukan pada warga yang tidak berhak. Sesuai permenhan, adalah anggota TNI. Namun, sesuai surat kasad adalah anggota TNI aktif, purnawirawan dan warakawuri. Ada 43 rumah mereka bukan purnawirawan, warakawuri melainkan yg tidak berhak. Bukan mengosongkan keseluruhan" Ujarnya.

Kapendam juga menegaskan penertiban yang semula direncanakan pada pertengahan Juli justeru akan dipercepat.(Piw)



«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: