» » » Kasus Tuduhan Santet di Pangandaran Berakhir Islah


SJO PANGANDARAN - Warga Dusun Dukuh Dua Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran melakukan musyawarah terkait isu yang ditudingkan kepada Oman sebagai orang yang memiliki ilmu santet.

Musyawarah dengan maksud islah ini digelar di aula kantor bupati Pangandaran, Rabu (13/7/2016) dan dipimpin Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari dan dihadiri Sekda Pangandaran serta pihak terkait termasuk pihak keamanan.

Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari dalam kesempatan tersebut mengharapkan persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui jalan musyawarah.

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa persoalan ini sudah lama berlangsung dan mengakibatkan keresahan dimasyarakat.

Berbagai tudingan ditujukan kepada Oman seorang guru ngaji di masjid di desa tersebut. Mulai disangka melakukan kekerasan seperti memukul menggunakan peci bila santrinya melakukan kesalahan sehingga sempat ditempeleng oleh orang tua santri yang tidak terima anaknya disabet menggunakan peci.

Masyarakat yang diwakili Hadi juga menyampaikan Oman telah melakukan kesalahan yang menyinggung perasaan umat muslim di kampung tersebut.

"Pa Oman telah mencabut status tanah wakaf untuk masjid yang sudah diberikan dan ditanda tangani keluarganya dan warga terpaksa harus membongkar masjid tersebut."kata Hadi.

Satu lagi tudingan warga bahwa Oman telah menyebabkan salah seorang sakit hanya karena tidak diundang pada kendurian sebuah pesta hajatan menggunakan ilmu santet.

Akibat dari berbagai tudingan miring tersebut sedah hampir satu tahun Oman diusir oleh warga dan tidak boleh lagi tinggal di kampung tersebut.

Sementara itu Oman meski dirinya mengelak dari berbagai tudingan tersebut dirinya memohon maaf kepada seluruh warga yang hadir dan masyarakat kampungnya.

Oman juga memohon masyarakat agar dapat menerima dia dan keluarganya untuk tinggal dikampung halamannya.

Sementara Rusli, Kepala Dusun setempat mewakili warga menyatakan, dapat menerima permintaan Oman sekeluarga. Diapun tidak akan melarang untuk kembali ke kampung halamannya.

"Namun saya tidak dapat menjamin keselamatan Oman dan keluarga. Saya hanya ingin menjaga kondudifitas kampung saya,"ujarnya.

Atas hasil tersebut Oman dan keluarga memilih tidak kembali dulu ke kampung halamannya melihat situasi dan perkembangan lebih lanjut. (wan/CJ)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: