» » » Kasus pendudukan Tanah Eks Startrust Oleh Para Penggarap Makin Memanas.


SJO PANGANDARAN - Sebuah selebaran yang mengatasnamakan masyarakat penggarap tertempel dibeberapa lokasi di areal seputar tanah eks Startrust, di Kecamatan Pangandaran. Selebaran tersebut ditujukan kepada PT Jaya Makmur Bersama yang dinilai menguasai tanah negara secara tidak sah.

Dalam selebaran tersebut tercantum beberapa poin antara lain, segera menghentikan pembangunan yang dilakukan PT Jaya Makmur Bersama karena izinnya tidak jelas dan cacat secara hukum.

Selain itu PT Jaya Makmur Bersama agar segera pergi karena akan dimohon oleh masyarakat Pangandaran dan izinya dianggap ilegal.

Proses perizinannya dianggap bertentangan dengan Undang-undang Pokok Agraria nomor 05 Tahun 1960 karena proses sertifikat cacat hukum dan ditolak oleh seluruh masyarakat Pangandaran.

Para penggarap jug menuntut dikembalikannya HGB PT Jaya Makmur Bersama kepada negara dan pemerintah harus mencabut izin HGB tersebut.

Selain itu dalam selebaran tersebut penggarap lahan juga mengancam akan merobohkan bangunan milik PT Jaya Makmur Bersama jika siapapun yang berani mengusik keberadaan para petani penggarap

Selebaran tersebut juga menuding pihak Bank NISP tdak ada berhak untuk memperjual belikan tanah negara.

Dari informasi yang didapatkan SJO PANGANDARAN, dalam beberapa hari ke depan akan ada aksi yang dilakukan pihak PT Jaya Makmur Bersama untuk menghentikan upaya masyarakat penggarap yang saat ini menduduki lahan secara ilegal.

Sumber tersebut juga menyampaikan, rencananya aksi yang akan dilakukan pihak PT Jaya Makmur Bersama akan didukung 12 ormas yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Salah seorang ketua ormas yang enggan disebutkan namanya mengatakan, keikutsertaan mereka adalah melindungi dan memberikan rasa aman kepada para investor.(wan)





«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: