» » » Kajati Untung Sampaikan Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada Acara Press Gathering

SJO BANDUNG - Memasuki periode semester kedua tahun 2016, Kajati Jawa Barat Setia Untung Arimuladi memaparkan capaian kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa
Barat serta Kejaksaan Negeri di provinsi Jawa Barat. Pemaparan capaian kinerja tersebut dilakukan pada saat diadakannya kegiatan press gathering bersama awak media lokal Jawa Barat baik itu media cetak, online dan elektronik. Acara press gathering yang dihadiri sekitar
empat puluh orang wartawan ini berlangsung di kantor Kejaksaan Tinggi
Jawa Barat, Rabu (20/7/16) pukul 11.00 Wib.

Kajati yang didampingi oleh para asisten menyampaikan bahwa capaian yang berhasil diraih oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di berbagai bidang periode Januari sampai dengan Juni tahun 2016 adalah wujud konkrit pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kejaksaan dan tentu saja merupakan hasil kerja keras
seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan dukungan para stake
holder dan civil society.

"Perlu disadari bahwa masih terdapat kekurangan dan beberapa hal yang
perlu kita benahi terkait dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan
tersebut. Kritik yang konstruktif dari berbagai pihak akan kami jadikan sebagai referensi dan energi untuk selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. " tukasnya.

Kejaksaan ingin menegaskan komitmen penuh untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam upaya penegakan hukum, menciptakan keamananan dan ketertiban yang pada akhirnya akan bermuara pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

"Dalam menjalankan Tupoksinya, jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ingin menunjukkan penegakan hukum yang lebih humanis namun tegas, objektif, profesional dan proporsional yang semata-mata bertujuan kepada kemanfaatan bagi masyarakat luas. " Tegas Kajati.

Lanjut Kajati, salah satu wujud komitmen untuk mendukung pembangunan saat ini adalah dengan mengoptimalkan fungsi pencegahan dan edukasi bagi para pemangku kebijakan yang terkait dengan pembangunan tersebut.

Dengan pendekatan yang mengedepankan pencegahan dan edukasi tersebut diharapkan menjadikan para pemangku kebijakan lebih paham dan menyadari akan peraturan perundang-undangan yang terkait berikut konsekuensi hukum dan tanggung jawab yang akan diterima apabila mengabaikan atau bahkan melanggar peraturan tersebut.

Langkah tersebut sebagai salah satu respon atas pengarahan yang disampaikan oleh Presiden RI pada tanggal 19 Juli 2016 yang lalu di istana negara.

Kajati menekankan bahwa pendekatan yang mengedepankan pencegahan dan
edukasi tersebut bukan berarti Kejaksaan Tinggi Jawa Barat akan kompromistis dan lemah dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi.

"Kami pastikan bahwa seluruh jajaran Kejati Jawa Barat akan tetap tegas dan "garang" bagi setiap prilaku-prilaku yang koruptif, kami berharap bahwa deteksi dini akan memberikan impact terhadap penurunan angka korupsi di wilayah Jawa Barat. Tutup Kajati.

Setelah memberikan sambutannya, Kajati Untung memaparkan hasil capaian kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat serta jajaran Kejaksaan Negeri.

Selama periode Januari sampai dengan Juni 2016, bidang pembinaan telah
berhasil penerimaan PNBP sebesar yaitu sebesar Rp. 37,5 miliar.

Untuk Bidang Intelijen, capaian kinerja yang telah dilakukan di antaranya kegiatan penerangan dan penyuluhan hukum sebanyak 104 kegiatan dan 64
kegiatan Jaksa Masuk Sekolah, dan telah melakukan pencegahan dan penangkalan (cekal) terhadap tersangka tindak pidana korupsi sebanyak 11 pencegahan ke luar negeri.

Capaian kinerja yang cukup memuaskan juga diperlihatkan oleh Bidang Pidum. Sejak Januari s/d Juni Bidang Pidum Kejati Jabar telah menerima SPDP sebanyak 7.321 dan telah diselesaikan sebanyak 5.815 yang telah menjadi berkas tahap I.

Dalam penerimaan berkas tahap I, Pidum telah menyelesaikan 6.078 berkas perkara dan yang telah dilimpahkan ke Pengadilan sebanyak 5.575 berkas. Perkara yang paling banyak ditangani adalah tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan 1.357 kasus diikuti dengan tindak pidana anak sebanyak 350 kasus dan perjudian sebanyak 147 kasus yang menyebar di seluruh daerah Jawa Barat.

Bergeser ke Bidang Pidsus, dalam periode yang sama yaitu Januari s/d Juni 2016, Pidsus Kejati Jabar telah melakukan penyelidikan sebanyak 39 perkara, penyidikan 32 perkara, penuntutan sebanyak 58 perkara di mana 18 perkara merupakan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian dan 40 perkara merupakan penyidikan dari Kejaksaan,
kemudian perkara yang telah dilakukan eksekusi adalah sebanyak 54 perkara. Dari hasil penyidikan sampai dengan eksekusi, penyelamatan keuangan negara yang berhasil diselamatkan yaitu sebesar Rp. 43,07 miliar.

Jumlah penyelamatan tertinggi berasal dari Kejaksaan Negeri Bogor yaitu dengan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp. 26,9 miliar, diikuti oleh Kejaksaan Negeri Bandung sebesar Rp. 10,4 miliar.

Untuk Bidang Datun, selain telah berhasil melakukan asset recovery atau penyelamatan asset, Bidang datun telah melaksanakan perjanjian kerjasama sebanyak 124 MOU. Adapun terkait dengan penyelamatan asset sebesar Rp. 8,42 miliar, sejumlah Rp. 6,15 miliar berasal dari uang
pengganti yang berhasil ditagih dan Rp. 2,27 miliar berasal dari pemulihan kekayaan keuangan negara yang berhasil ditagih.

Terakhir Bidang Pengawasan, terkait dengan hukuman disiplin terhadap
pegawai Kejaksaan Tinggi Jawa Barat selama periode januari s/d juni 2016, terdapat 4 orang Jaksa yang dikenakan hukuman disiplin ringan, kemudian 2 orang Jaksa dan 2 orang staf Tata Usaha dikenakan sanksi hukuman sedang, dan untuk hukuman berat telah dijatuhkan kepada 1 orang Jaksa 1 orang staf Tata Usaha.

Jumlah tersebut jika dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya terlihat adanya penurunan angka sehingga memperlihatkan semakin efektifnya fungsi pengawasan secara preventif dalam rangka mencegah pegawai untuk melakukan perbuatan tercela.

Terkait dengan lapdu yang masuk selama periode januari s/d Juni 2016, jumlah lapdu yang masuk sebanyak 26 laporan pengaduan, dan telah dilakukan klarifikasi sebanyak 22 laporan pengaduan serta sebanyak 4 lapdu telah dilakukan inspeksi kasus.(*)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: