» » » Ini Kata Pangdam Siliwangi Soal Diundurnya Penertiban KPAD Gerlong

 

SJO BANDUNG - Rencana penertiban empat puluhan lebih rumah di KPAD Gerlong kembali diundur dari yang semula dijadwalkan pada 19 hingga 21 Juli 2016. Reaksi Pro dan Kontra bermunculan terkait rencana penertiban tersebut. Menanggapi pertanyaan awak media, ini kata Pangdam III/Siliwangi Mayjen Hadi Prasodjo soal KPAD Gerlong di sela acara pembekalan atlet PON Jabar di gedung Graha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok Kota Bandung, Jumat (22/7/16) Malam.

"KPAD pada prinsipnya, bahwa ini adalah tanah negara, tanah yang dibeli oleh pak Gatot Soebroto pada waktu itu sebagai WAKASAD dibeli dengan harga 21.484.000. Jadi tidak benar kalo itu diambil dari rapel. Itu dulu sebetulnya untuk kolam, tanah untuk komando latihan tetapi karena banyak tentara -tentara yang tidak punya rumah yang tinggal di hotel-hotel, Angkatan Darat mengambil kebijakan bahwa untuk meringankan beban mereka maka ditempatkanlah disitu." Ujar Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasodjo.

Pangdam memberikan kesempatan kepada warga KPAD yang belum meninggalkan rumah dinas tersebut untuk meng overkan kepada prajurit aktif TNI AD.

 "Waktu pasti akan saya ambil cuma sekarang saya menggunakan persuasif, itu anak-anak saya tetapi mereka tidak berhak jadi silahkan untuk melakukan penjualan kepada prajurit yang masih aktif silahkan saya berikan kesempatan, tetapi jika tidak mau ya silahkan mengambil jalur hukum." Tegasnya.

Panglima juga menaruh atensi terhadap kedua Mayjen Purnawirawan yang berada di KPAD, dalam masalah ini.

"Seharusnya beliau berkaca diri, saya menghormati beliau, saya menjadi jenderal karena beliau, Pak Dirman berkata, sejengkal tanah pun akan saya pertahankan, lah itu kan kata-kata untuk unsur penjajah bukan untuk menempati rumah tentara. Lah kalo saya bisa seperti itu saya kuasai saya kaya raya ya kan ? punya rumah 1 triliun enak kan? Kalo cara nya begitu saya juga bisa sejengkal tanah pun akan saya pertahankan dari penguasa laaaa tanah nya siapa, Emangnya punya nenek moyang, iyakan ? Itu bukan punya nenek moyang kita, kalo boleh gitu saya bisa kaya raya" Pungkasnya.

Cara persuasif yang ditempuh Kodam saat ini adalah dengan memberikan tengat waktu. Hal tersebut disambut perwakilan warga KPAD yang akhirnya menghadap Panglima Kodam.

"Sudah ada perwakilan yang menghadap kepada saya koordinasi, minta waktu, saya kasih" Tuturnya.

Lanjutnya, "Saya menunda karena saya tidak mau ada hal-hal terjadi diluar aturan, itu adalah saudara saya tetapi kalo dia pake cara-cara preman saya bisa lebih preman saya akan sikat habis. Ini negara hukum dimana setiap orang harus taat kepada aturan hukum, mengenai kesenioran saya sangat menghormati senior tapi untuk hal ini saya tidak bisa, seharusnya senior menjadi contoh kita-kita yg muda, tidak seperti itu" Tutupnya.(Ted)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: