» » » Ikon Milangkala Purwakarta dan Kabupaten Purwakarta, Menjadi Berkah Bagi Pengrajin Anyaman Bambu


SJO PURWAKARTA - Jelang peringatan Hari Jadi Purwakarta ke 185 dan Hari Jadi Kabupaten ke 48, menjadi berkah bagi para perajin anyaman bambu. "Karena, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah mengintruksikan agar semua perkantoran untuk menghias kantornya, baik kantor pemerintah, swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kerajinan tangan dari bambu seperti cetok (caping) dan boboko (bakul nasi) dan hihid (kipas)." Rabu (20/7).

Mak Titi (48) perajin bambu asal Desa Nagrog Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta mengatakan, bahwa, tahun ini menjadi berkah bagi pengrajin anyaman bambu karena, di milangkala Purwakarta dan Hari jadi Kabupaten Purwakarta, pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, setiap perkantoran, yang ada di Kabupaten Purwakarta harus membuat kaca kaca dari anyaman bambu seperti caping, bakul dan kipas.

"Di milangkala tahun ini, kami kebanjiran pesanan. Maka tahun ini adalah tahun penuh berkah bagi pengrajin anyaman bambu." Jelasnya.

Saat mengerjakan ribuan pesanan tersebut, Mak Titi mengaku bukanlah tanpa kesulitan. Namun pihaknya kesulitan memperoleh bahan baku berupa pohon bambu yang cocok untuk diolah menjadi kerajinan.

"Hingga, keterbatasan alat yang masih tradisional, seperti halnya golok dan gergaji dan alat seadanya lainnya. Karena alat pun menjadi kendala dalam proses pengerjaannya." Ujar Titi menambahkan pada awak media.

Menurutnya, sudah 25 tahun bergulat dalam bidang kerajinan tangan ini. Dengan adanya ikon perayaan hari jadi, Pasalnya ide tersebut secara langsung berimbas pada omset usahanya yang meningkat tajam sebanyak 10 kali lipat dari biasanya.

“Alhamdulillah Usaha emak jadi ikut terbantu, biasanya emak hanya membuat pesanan sebanyak 40 buah sehari, sekarang bisa mencapai 400 buah sehari." Tegas Mak Titi.

Sementara, Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta saat dikonfirmasi di rumah dinasnya Jl Gandanegara No 25 mengatakan, bahwa, dirinya sengaja selalu mengusung tema bambu karena orang sunda memang menggunakan bambu untuk membangun peradaban. Karena, mulai dari perlengkapan dapur sampai rumah orang sunda, semua dibangun dengan menggunakan bambu.

“Negeri tirai bambu itu bagi saya bukan Cina, negeri tirai bambu itu Jawa Barat (Sunda)." Pungkas Dedi. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: