» » » Dalam Tatakelola Citumang, Desa Bojong Tak Boleh Mati Dilumbung Padi


SJO PANGANDARAN: Kawasan wisata Citumang berada di wilayah Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Namun dalam tatakelola obyek wisata tirta ini pihak Pemerintah Desa Bojong tak sepeserpun mendapat penghasilan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Bojong Tata saat Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata melakuka penutupan obyek wisata Citumang karena dianggap tidak mampu melakukan tatakelola sebuah obyek wisata, sehingga kerap terjadi kecelakaan.

Tata menjelaskan selama ini pihak pemdes tidak memperoleh pendapatan apapun dari keberadaan obyek wisata Citumang di wilayahnya, karena selama ini pengelolaannya dilakukan oleh pihak Perum Perhutani.

"Selama ini tidak ada profit sharing dari pihak Perum Perhutani kepada pihak desa. Padahal akses jalan menuju obyek wisata tersebut menjadi tanggungjawab pihak pemerintah desa,"jelasnya.

Tata menambahkan, selama ini memang obyek wisata Citumang tidak dikelola murni oleh Perum Perhutani, melainkan juga menggandeng Karang Taruna dan organisasi pemandu.

"Yang kami persoalkan hanya kurang dari 20 persen dari warga Desa Bojong yang mendapat manfaat dari keberadaan obyek wisata Citumang. Nah, yang kami perjuangkan adalah bagaimana seluruh masyarakat desa merasakan manfaatnya. Makanya kami minta Profit sharing kepada Perum Perhutani,"tegas Tata.

Diharapkan dengan peristiwa ditutup sementaranya obyek wisata Citumang, semua pihak yang terkait dapat Introspeksi sehingga pengelolaan obyek wisata tersebut menjadi lebih baik. (wan)




Dalam Tatakelola Citumang, Desa Bojong Tak Boleh Mati Dilumbung Padi

SJO PANGANDARAN: Kawasan wisata Citumang berada di wilayah Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Namun dalam tatakelola obyek wisata tirta ini pihak Pemerintah Desa Bojong tak sepeserpun mendapat penghasilan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Bojong Tata saat Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata melakuka penutupan obyek wisata Citumang karena dianggap tidak mampu melakukan tatakelola sebuah obyek wisata, sehingga kerap terjadi kecelakaan.

Tata menjelaskan selama ini pihak pemdes tidak memperoleh pendapatan apapun dari keberadaan obyek wisata Citumang di wilayahnya, karena selama ini pengelolaannya dilakukan oleh pihak Perum Perhutani.

"Selama ini tidak ada profit sharing dari pihak Perum Perhutani kepada pihak desa. Padahal akses jalan menuju obyek wisata tersebut menjadi tanggungjawab pihak pemerintah desa,"jelasnya.

Tata menambahkan, selama ini memang obyek wisata Citumang tidak dikelola murni oleh Perum Perhutani, melainkan juga menggandeng Karang Taruna dan organisasi pemandu.

"Yang kami persoalkan hanya kurang dari 20 persen dari warga Desa Bojong yang mendapat manfaat dari keberadaan obyek wisata Citumang. Nah, yang kami perjuangkan adalah bagaimana seluruh masyarakat desa merasakan manfaatnya. Makanya kami minta Profit sharing kepada Perum Perhutani,"tegas Tata.

Dia berharap dengan peristiwa ditutup sementaranya obyek wisata Citumang, semua pihak yang terkait dapat Introspeksi sehingga pengelolaan obyek wisata tersebut menjadi lebih baik. (wan)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: