» » Warga Tolak Pembangunan Tower Di Padasuka Cimahi Tengah


Foto : Priyo menunjukan surat pernyatqan pemilik yang lahannya digunakan sebagai tower bakal provider. Diduga pembangunan tower di Padasuka Cimahi oleh PT Global belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan.(Dno)


SJO CIMAHI - Pembangunan Tower Roof Top di Padasuka, Cimahi Tengah berujung penolakan warga. Priyo, tokoh masyarakat setempat dengan tegas menolak berdirinya Tower diduga oleh PT Global diatas lahan milik Eko warga setempat. Permasalahan berawal dari proses pengajuan izin tetangga sebagai salah satu syarat yang harus ditempuh guna mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), warga menilai tidak sesuai dengan komitmen awal.

"Warga merasa tertipu, pengajuan izinnya untuk renovasi rumah, kenyataannya malah bangun tower" Kata Priyo Tokoh Masyarakat saat ditemui awak media di Padasuka, Cimahi Tengah, Rabu (1/5).

Pemilik lahan, Eko Amboina, telah membuat surat pernyataan yang dilegalkan stempel ketua RT.03 dan ketua RW.03, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah beserta ketiga saksi warga ; Susilo, Priyo dan Joko Suyono turut membubuhkan tanda tangannya tertanggal 19-12-2015. Berikut bunyi surat pernyataan yang ditunjukan Priyo kepada awak media

"Menyatakan bahwa yang saya bangun sekarang adalah renovasi rumah tinggal dan bukan melanjutkan pembangunan tower. Demikian pernyataan di bawah ini saya buat dengan sebenarnya dan tidak ada unsur paksaan agar masyarakat RW.03 menjadi tahu".

"Warga yang merasa dibohongi sebanyak 6 orang telah mencabut pernyataan setujunya" Tutur Priyo.

Warga juga sempat menghentikan berjalannya pengerjaan tower, akibatnya proses pengerjaan berjalan kucing-kucingan dengan warga.

"Mereka mengerjakan pembangunan saat malam. Sempat kita hentikan, tapi besoknya pembangunan dilanjutkan kembali. Karena diawali dengan pembohongan, Masyarakat sekitar tidak pernah diindahkan" Katanya.

Pengusaha gas 3 kilo dan air minum yang dikenal vokal, mengaku, pernah didatangi pihak perusahaan, alih - alih memperlancar rencana pembangunan tower.

"Mereka akan kasih 50 juta untuk uang tutup mulut tapi saya tolak" ungkapnya.

Priyo berharap pemerintah kota cimahi memperhatikan masalah ini, dirinya khawatir dengan lingkungan yang padat penduduk, dugaan Radiasi hingga pengaruh pada kesehatan warga sekitar menjadi persoalan.

"Janganlah ada tower seperti itu karena ada radiasi. Selagi masih bisa dipindah agar dipindah, janganlah ada tower di tempat padat penduduk" harapnya.

Priyo mengingatkan, seraya merujuk pemberitaan terbitan media harian di jawa barat bertajuk "Tertibkan Menara Telekomunikasi".

"Tidak usah diberikan izin, ada konsekwensi pemerintah kota yang tidak akan memberikan perpanjangan izin pada seluruh tower dan tidak boleh ada di padat penduduk" tuturnya.

Sambungnya, "Bila walikota bersikukuh memberikan izin, kami siap menolak" imbuhnya.

Tetap Membangun Meski Belum Mengantongi IMB

Lurah Padasuka Heri Rusnandar menjelaskan permasalahan ini hanya miss komunikasi. "Warga Sudah Kondusif" dikira warga itu tower sutet. Setelah dijelaskan perusahaan warga diam. Takut rubuh, takut petir ini khan relay" Tuturnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai perizinan tower yang menjadi objek masalah. Fisik bangunan dibagian bawah sudah kokoh dengan tiang tower berdiri tegak.

"Sekarang mereka sedang mengurus perizinan" Katanya

Pihaknya sudah berupaya memfasilitasi perusahaan lewat undangan musyawarah yang dihadiri kedua belah pihak di kantor kelurahan. Namun menemui jalan buntu.(PSS/Don)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: