» » Vaksin Palsu Mendera Anak - Anak Indonesia

                      Foto : Google

Oleh : Peter S Simo Wibowo SH

Beberapa hari kebelakang para orang tua yang memiliki balita digemparkan  v g terungkapnya sindikat pembuat dan peredaran vaksin palsu diseluruh wilayah Indonesia, sungguhlah kejam dan biadab gagasan untuk membuat vaksin atau antigenik palsu, zat yang seyogianya bermanfaat untuk memperkuat sistem imun atau kekebalan terhadap suatu penyakit, baik untuk orang dewasa atau lebih seringnya ditujukan pada anak-anak balita yang memang membutuhkan vaksinansi tersebut untuk menghindarkannya dari berbagai virus dan penyakit yang akan menyerang kesehatan tubuh mereka, seperti polio, cacar, hepatitis dan lain sebagainya.

Mahalnya tarif harga vaksinasi mendorong sebagian orang seperti halnya pasangan suami istri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina sengaja membuat vaksin - vaksin palsu demi meraup keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib bayi - bayi serta orang tua yang ditipu oleh vaksin palsunya, apa dampak yang ditimbulkannya kelak bagaimana kesehatannya dan bagaimana perasaan orang tua yang melihat anaknya menderita sakit, padahal mereka merasa sudah meberikan imunisasi kepada anak - anaknya yang ternyata anak mereka menjadi korban penipuan vaksin palsu ?? Pasti pedih rasanya apalagi bila sang anak sampai harus meninggal dunia setelah menerima imunisasi...

Terbukti kehidupan pasangan pasutri tersebut bergelimang harta dan hidup serba berkemewahan dan mampu tinggal diperumahan elite berkat memproduksi dan menjual vaksin - vaksin palsu ciptaan mereka. MasyaAllah setan apa yang merasuki pikiran kedua pasangan tersebut sehingga sampai hati melakukan hal biadab semacam itu.

Kejahatan tersebut adalah kejahatan tingkat tinggi yang melebihi kejahatan teroris dan narkotika sekalipun, mengapa demikian ? Bila kita bandingkan dengan kejahatan terorisme kejahatan mereka tidak terendus, tidak memerikan peringatan tetapi dampaknya sangat fatal bila sudah menjadi korbannya, bila kita bandingkan dengan kejahatan narkotika dan bahkan memproduksi narkotika kejahatan memalsukan obat atau vaksin masih tetap dikategorikan lebih ganas mengapa ? karena kejahatan narkotika mereka memproduksi dan menjual narkotika ditujukan untuk pangsa pasarnya adalah jelas para penikmat dan para pecandu yang memang secara sadar dan mengerti betul akan dampak beserta resiko negatif penggunaan zat narkotika tersebut, sedangkan vaksin palsu dibuat dan ditujukan untuk jelas - jelas menipu dan membohongi orang yang bertujuan sangat positif untuk membeli kesehatan untuk melindungi putra dan putri mereka dari ancaman penyakit yang mengintai kesehatan dan masa depan mereka kelak.

Maka sudah sepantasnya dan selayaknya mereka yang terlibat didalam sindikat baik produsen dan distributor vaksin palsu dijerat dengan pasal berlapis yakni Undang - undang Tindak Pidana Pencucian Uang dari hasil penjualan vaksin palsu untuk memiskinkan mereka dan Pasal 197 UU 36 / 2009 yang menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Maka berkaca dari kejadian tersebut mudah mudahan dinas terkait dapat mengawasi peredaran vaksin di Indonesia lebih ketat lagi dan mengaudit seluruh poliklinik serta rumah sakit yang menyelanggarakan imunisasi dan vaksinasi agar terhindar dari masuknya vaksin - vaksin palsu, untuk aparat penegak hukum semoga dapat membongkar jaringan sindikat pembuat vaksin palsu mengingat keuntungan dan perputaran uang yang dihasilkan begitu menggiurkan tak menutup adanya jaringan - jaringan lain yang masih beroperasi, untuk menghindari anak - anak Indonesia dicemari oleh vaksin - vaksin palsu  Bravo Bareskrim Polri !!!

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: