» » » » RS Siloam Purwakarta Kini siap Layani Penyakit Jantung


SJO PURWAKARTA. Rumah Sakit (RS) Siloam Purwakarta, gelar diskusi terkait alat Kateterisasi Labolatorium untuk penderita penyakit Jantung, bersama Sekretaris Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vasculer Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selasa (7/6). Chaerul Achmad, sekretaris departemen Kardiologi dan kedokteran vasculer Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, mengatakan bahwa, Kabupaten Purwakarta daerah yang siap memberikan tindakan pelayanan pasien jantung.

"Karena, RS Siloam Purwakarta, sudah memiliki alat kateterisasi laboratorium dan dokter ahli jantung. Sehingga, di Jawa Barat (Jabar) yang siap layani tindakan pasien jantung bertambah satu RS yakni di Purwakarta." Ungkap, Chaerul di RS Siloam, Selasa (7/6).

Chaerul, menjelaskan, tindakan pelayanan untuk pasien berpenyakit jantung yang dilayani di RSHS Bandung mencapai 1.100 per tahunnya. Ia menyebut, pasien dari setiap daerah di Jabar dirujuk ke RSHS dengan jumlah yang tinggi.

"Padahal tindakan untuk pasien jantung yang dibutuhkan minimal 7500 per tahun. Karena fasilitasnya kurang mendukung," jelasnya Chaerul.

Laboratorium kateterisasi merupakan tempat untuk pemasangan ring di pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah karena faktor penyebab penyakit jantung.

"Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya sedang dalam persiapan untuk bisa melayani pasien jantung. Tapi
Purwakarta memang yang paling siap, khususnya di RS Siloam." Terangnya.

Pimpinan RS Siloam, Irwan Gandana, menambahkan, bahwa, pihaknya baru menyediakan laboratorium kateterisasi untuk melayani pasien penyakit jantung.

"Ini akan membantu, apalagi setiap hari pasien jantung yang berkonsultasi mencapai 30-50 orang dalam sehari. Untuk tindakan pemasangan ring bisa 3-4 orang dalam sebulan," katanya.

Biaya pemasangan ring di laboratorium kateterisasi bisa mencapai Rp 50 juta. Nilai itu termasuk murah dibanding di daerah lain di Jabar.

"Penjaminnya bisa asuransi komersial, perusahaan hingga Jaminan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jampis). BPJS belum meng cover pasien jantung." Pungkas, Irwan. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: