» » Polres Bandung Tetapkan 1 Tersangka Pelaku Pelemparan Kursi Terhadap Kepala Balai Tahura Djuanda


SJO KAB.BANDUNG - Seorang pria berinisial DL (25) berhasil diringkus jajaran Polres Bandung Karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Kepala Balai Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. Djuanda Lianda Lubis, yang terjadi di Jalan Pakar Utara No. 99 Desa Ciburial, Kecamatan Cemeunyan, Kabupaten Bandung. Rabu, (1/6/2016) lalu.

Setelah Enam hari dari peristiwa itu, DL di tetapkan sebagai tersangka karena terbukti telah melempar kursi ke arah korban ketika berada di ruang audio visual Tahura Djuanda.

Saat itu korban melakukan kegiatan sosialisasi tentang penertiban cafe atau kedai yang berada di area Tahura Djuanda, yang dihadiri oleh sejumlah pihak yang berkaitan dengan sosialisasi tersebut.

Diantaranya, Satpol PP Provinsi Jabar dan Kabupaten Bandung, sejumlah Komunitas Ojek diwilayah tersebut, pedagang, Kepala Desa, LSM, serta pemilik dan karyawan Cafe, kedai juga sejumlah masyarakat.

Awalnya, Lianda (korban) turun dari tempat duduk mendekati pemilik kafe dan kedai. Lianda memberikan arahan sambil menepuk bahu pemilik kafe dengan keras sebanyak dua kali. Tindakan itu lantas memicu emosi warga. Beruntung saat itu korban langsung mendapat pertolongan sehingga terhindar dari warga yang emosi.

Berdasarkan alat bukti sebuah rekaman video yang didapat oleh kepolisian, DL melempar kursi ke arah korban yang mengakibatkan korban terluka pada bagian pelipis kiri. Meski korban melaporkan pelaku penganiayaan berjumlah 10 orang, Namun berdasarkan bukti yang ada, “tidak terlihat dalam rekaman itu,” jelas Kasatreskrim Polres Bandung AKP Niko N.A.P. Jumat, (10/6/2016) di Mapolres Bandung.

Berdasarkan keterangan Polisi, tersangka mengaku melemparkan sebuah kursi ke arah kerumunan warga karena merasa kesal terhadap sikap korban yang terkesan arogan karena telah menepuk bahu seorang warga sehingga memicu keributan. Berdasarkan alat bukti dan keterangan dari saksi polisi tetapkan satu orang tersangka yaitu DL.

Saat ini korban telah menjalani visum. polisi mengamankan barang bukti berupa satu potong pakaian korban yang berlumuran darah, kursi yang digunakan untuk melempar korban, dan sebuah ponsel berisi rekaman video serta 10 lembar foto. Kini tersangka terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara, akibat melanggar pasal 351 ayat 1 dan 2 KUHP.(Chn/Don)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: