» » » Pengelola pasar simpang rebo kecewa atas janji Pemkab Purwakarta


SJO PURWAKARTA - Pengelola
Pasar Rebo Simpang Purwakarta, mengeluh dan mengalami kerugian hingga milyaran rupiah."karena pedagang di tempat itu tidak membayar cicilan kios dan los." David Sulaeman, pengelola pasar mengatakan bahwa, kios dan los di pasar itu kami pihak pengelola telah menggandeng atau menjalin kerja sama dengan pihak Bank dengan program kredit usaha rakyat (KUR).

"Tapi banyak yang tidak bayar (macet). Hingga, cicilan pedagang kami tanggung, sebanyak 14 miliar rupiah." Ungkap David Kamis (2/6).

Pengelola pasar juga harus mengurus biaya operasional harian pasar mulai dari kebersihan hingga listrik untuk pasar.

"Biaya tersebut di luar, beban hutang pedangan yang 14 miliar." Keluhnya.
Namun, selain cicilan para pedagang yang kami tanggung, juga harus menanggung biaya operasional senilai Rp 300 juta setiap bulannya." ujar David.

Atas alasan itu, pihaknya pekan ini, telah menyegel sejumlah kios dan los, sehingga menimbulkan polemik.

"Soalnya kondisi kami sudah kritis." pasalnya.

Dibangunnya Pasar Rebo Simpang, untuk mengakomodir pedagang Pasar Rebo. Karena kami, mendapat jaminan dari Pemkab Purwakarta, bahwa pedagang Pasar Rebo akan dipindahkan ke Pasar Rebo Simpang.

"Tapi, sampai sekarang belum terlealisasi. Pedagang masih tinggal di Pasar Rebo, padahal pasar sudah kami bangun sejak tahun 2012 lalu dan sudah layak untuk ditempati." Pungkas, David. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: