» » » Pemkab Purwakarta,Menggerakan Kepedulian Sosial Melalui Pajak dan Zakat


SJO PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi luncurkan surat edaran yang berisi imbauan tentang para wajib pajak agar memberikan zakat, infaq dan sedekah, di lingkungan dan tempat usahanya masing-masing.

"Yang dalam pelaksanaannya dapat bekerja sama dengan petugas atau pengelola Badan Amil Zakat (BAZ) setempat. Jelasnya Senin (13/6).

Imbauan ini ternyata bukan tanpa reward. Ia mengaku akan memberikan pengurangan dari penghasilan bruto sebagai dasar pengenaan pajak sesuai PP No 60 Tahun 2010 dan Permenkeu No 254/PMK.03/2010. Teknisnya, Ketika wajib pajak selesai berzakat maka ia harus melampirkan bukti penyerahan zakat yang dia berikan kepada Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah. Dedi beserta jajarannya melaunching Surat Edaran ini Senin (13/6) hari ini di Kantor Pajak Pratama Purwakarta Jl Ir H Djuanda Jatiluhur.

Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta, mengatakan, bahwa dirinya sengaja mengambil momentum bulan Ramadhan untuk melaunching surat ini. Karena, di bulan Ramadhan ini adalah bulan penuh berkah, jadi sangatlah tepat dan sudah seyogyanya juga bagi para entitas masyarakat yang memiliki basis ekonomi yang kuat membantu masyarakat ekonomi lemah.

"Substansi zakat dan pajak kan kurang lebih ada kesamaan, sama sama membangun pembangunan dan membangun mengentaskan kemiskinan. Pola kami ini, juga akan berlaku juga di bulan selain bulan Ramadhan". Jelas Dedi kepada, awak media.

Desi Eka Putri, Kepala Pelayanan Pajak Pratama Purwakarta, menjelaskan bahwa, pihaknya siap bersinergi dengan Pemkab Purwakarta, untuk pengurangan penghasilan bruto untuk zakat atau sumbangan wajib yang lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jelasnya.

Desi menambahkan, bahwa, ada 100 ribu lebih para wajib pajak di Purwakarta. Melalui jumlah ini ia targetkan Rp1,5 Triliun per tahun, sehingga dana dapat ditarik dari wajib pajak.

"Nanti tinggal kita hitung, secara utilitas. sebenarnya tidak akan mengurangi target kami, namun hanya berkurang secara jumlah saja tapi tidak menjadi persoalan". Tambah Desi.

Menurut salah seorang wajib pajak, Nani (30) warga Kecamatan Bojong Purwakarta, selaku pengusaha bengkel, yang tengah membayar pajak, mengatakan, dirinya menyambut baik surat edaran ini. Karena, mendapat kemudahan dalam menjalankan perintah zakat.

"Saya terima kasih ya, jadi tidak perlu double lagi kalau begini. Kasarnya sih pengeluaran kita menjadi jadi satu pintu dengan pajak". Pungkas Nani. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: