» » Kendaraan Pengangkut Material Proyek Tol Soroja Diduga Dipungli Orang Tak Jelas


SJO BANDUNG - Praktek Pungutan Liar (Pungli) merebak senyap di balik berjalannya Proyek pemerintah pembangunan Tol Soroja, yang menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Hasil investigasi tim seputarjabar.com, Sabtu (25/6). Trailer pengangkut material proyek pemerintah yang melintas di akses jalan perumahan Taman Kopo Indah V menuju tempat proyek, diduga harus membayar restribusi liar.

Restribusi sebesar Rp.50.000 per kendaraan diduga harus dibayarkan setiap trailer yang melintas setiap harinya dan harus disetorkan di pos pengamanan. Jika pengemudi tidak menyetorkan sejumlah uang, sekuriti pun enggan membukakan portal penghalang. Akibatnya, pekerjaan jalan tol yang harus rampung dan siap digunakan pada ajang Pekan Olahraha Nasional di Jawa Barat September 2016 nanti sedikitnya tersendat.

Alasannya, para petugas keamanan akses TKI V ogah kena semprot seseorang berinisial "TGH" yang diduga sebagai penarik kutipan liar. "Iya kang sekarang per kendaraan ditarik 50.000 di kalikan sedikitnya 5 trailer setiap hari sudah berapa kang" ujar seorang petugas proyek yang enggan namanya di viralkan.

Saat tim media memantau langsung proyek pungli, sempat terjadi adu mulut antara personel Wijaya Karya (Wika) yang sedang melakukan pengawalan trailer dengan sekuriti TKI V. Petugas sekuriti keukeh mengikuti perintah "TGH".

Pihak Wika memberikan penjelasan kepada para Sekuriti, bahwa ini adalah proyek pemerintah yang seharusnya didukung oleh segenap komponen masyarakat.

Bahkan oknum penarik pungli tak segan mengirimkan surat elektronik melalui media sosial yang intinya meminta kejelasan hitung-hitungan. Surat penekanan tersebut ditujukan kepada bagian humas Wijaya Karya.(Don)

Bersambung...



«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: