» » » Kebijakan Pemkab Purwakarta Terkait Ramadhan Toleran Menuai Kontroversi


SJO PURWAKARTA - Terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, terhadap Rumah Makan yang boleh buka di bulan Ramadhan, dengan sembilan kriteria ini, diantaranya, berlaku untuk konsumenya yang non muslim, keadaan sakit, keadaan hamil, menyusui, datang bulan haid, anak yang belum dewasa, keadaan udzur, perjalanan jauh atau musafir, dan keadaan yang sakit ingatan. "Diduga menuai kontroversi sejumlah umat muslim."

Karena, Ramadhan toleran menjadi sebuah kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, yang memperbolehkan rumah makan untuk buka 24 jam di Bulan Ramadhan.

"Justru, akan di manfaatkan oleh sejumlah warga yang tidak menjalankan ibadah puasa, untuk menikmati hidangan disiang bolong, dengan nyaman dan aman. Ungkap, Mimin Salah satu pemilik Rumah makan di pusat kota Purwakarta. Minggu (12/6).

Baliho tentang ramadhan toleran berukuran besar, yang menjadi sebuah kebijakan Pemkab Purwakarta terhadap rumah makan, yang diperbolehkan untuk buka 24 jam di bulan ramadhan, terpampang di pusat kota Purwakarta. Ujar, mimin kepada awak media. Minggu (12/6).

Namun, tidak hanya baliho, ternyata benner terkait kebijakan pemkab Purwakarta yang di nilai kontroversi ini, terpajang hampir di setiap rumah makan di pusat kota Purwakarta. yang justru melayani pembeli, untuk menikmati hidangan di siang hari dan para warga yang tidak menjalankan puasa ini, bisa terlihat di balik salah satu pintu masuk yang terbuka.

"Seakan akan setiap rumah makan di Purwakarta, dilegalkan oleh Pemda setempat." Mimin menambahkan.

Hj.Mimin salah satu pemilik rumah makan di pusat kota purwakarta, mengatakan, bahwa, tidak semua pemilik rumah makan menjalankan kebijakan pemkab Purwakarta ini, justru, sebagian besar pemilik rumah makan, lebih memilih tutup, dan akan membuka saat mendekati waktu berbuka puasa.

"Guna menghargai umat muslim yang menjalankan ibadah puasa dan menghindari dari aksi sweeping ormas islam." Jelasnya.

Kami berharap Pemda dapat mengkaji kembali terkait Kebijakan pemkab Purwakarta, terhadap rumah makan yang boleh buka di bulan Puasa secara terbuka apa lagi di siang hari dikala umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa.

"Saya mohon hargai dan hormati, umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa." Pungkas Mimin. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: