» » » Banner Ramadhan Toleran Mulai Bertebaran di Kabupaten Purwakarta


SJO PURWAKARTA. Banner Ramadhan Toleran mulai bertebaran di sudut-sudut Kabupaten Purwakarta mulai dari rumah makan sampai ke tempat umum. Banner yang  berisi surat edaran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tersebut sejak Ramadhan tahun lalu mulai disosialisasikan. "Tahun ini terasa unik karena penyebaran banner tersebut lumayan massif. Beberapa orang malah berfoto disamping Banner." Selasa (7/6).

Banner tersebut berisi 9 poin yang memperbolehkan masyarakat umum untuk makan dan minum meskipun pada siang hari di bulan Ramadhan. Akan tetapi bukan berarti juga bentuk pembiaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta terhadap gejala intoleransi kepada umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak akan mengeluarkan larangan apapun tentang perlakuan rumah makan pada siang hari selama bulan Ramadhan.

“Silakan saja kalau mau buka pada siang hari, kami tidak akan menutup paksa rumah makan yang buka pada siang hari. Tetapi mohon diperhatikan juga kriteria pengunjung yang datang ke rumah makan selama bulan suci Ramadhan. Namun harus sesuai dengan surat edaran yang kami kemas menjadi banner, sesuai dengan  kriteria edaran”. Kata, Dedi (7/6)

Kriteria yang dimaksud oleh Dedi diantaranya, non muslim, orang sakit, perempuan yang sedang menstruasi, hamil atau menyusui, anak-anak yang belum dewasa, orang yang dalam keadaan sakit, orang yang berada dalam perjalanan (musafir) dan yang terakhir orang yang mengalami sakit ingatan (gila). Khusus untuk kriteria yang terakhir, Dedi menyiapkan ambulance dan perawat agar dapat segera dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.

“Kalau orang yang makan dan minum pada siang hari tetapi tidak masuk poin satu sampai delapan, berarti masuk poin ke sembilan. Dengan senang hati saya antar ke Rumah Sakit Jiwa." Ungkapnya.

Dedi pun mengingatkan kembali, kepada seluruh pengelola rumah makan di Purwakarta, agar selektif mempersilakan pengunjung berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

"Kalau tidak masuk kategori saya minta untuk tidak dilayani. Kalau masuk salah satu kategori diatas mah ya silakan saja." Tambahnya.

Banner ini sudah dapat masyarakat temukan, salah satunya di Rest Area KM 97 Tol Purbaleunyi.

Hamid (30) warga asal DKI Jakarta yang sempat melihat banner tersebut sempat tersenyum. Karena, mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta. “saya tertawa saat baca poin ke sembilan. Ini bagus sekali daripada ribut-ribut lebih baik membuat imbauan yang teduh”. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: