» » » Tim Otopsi Gabungan Polda Metro dan Mabes Polri Membongkar Makam Korban Meninggal di Salah Satu Tempat Hiburan di Jakbar


SJO PURWAKARTA - Belasan Polisi tim otopsi dari Polda Metro dan Mabes Polri, membongkar makam korban meninggal dunia ditempat hiburan di Jakarta Barat 14 Desember 2015 lalu. "Makam Moch Sopian (24) di TPU Bukit Gita, Kapung Cigedogan Kelurahan Sindang Kasih Purwakarta." Selasa (24/5). Dalam proses pembongkaran makam, Belasan petugas Subdit IV Jatanras Polda Metro Jaya dipimpin Panit II Subdit IV Jatanras Polda Metro Jaya AKP Martinus Cahyo Putro Wijoyanto, tiba ke TPU Bukit Gita sekitar pukul 09.45 wib, langsung membongkar makam Sopian,  disaksikan ayah korban Muhram (52) dan kerabat korban serta masyarakat setempat.

"Kita melakukan autopsi ini menindaklanjuti laporan orang tua korban yang menduga kematian Sopian tak wajar," ujar AKP Martinus disela pembongkaran makam Sopian.
Muhram menduga Kematian Sopian tidak wajar, dimaksud ayah korban, Sopian meninggal usai mengalami tindak penganiayaan dan kekerasan.

"Orang tua menyangkakan Sopian korban 328 dan 351 KUHP. Mereka minta polisi mengautopsinya," ujarnya.

Pada bagian lain, lanjut dia, saksi menceritakan bahwa korban meninggal karena narkoba.

"Kita mengambil beberapa sampel seperti tanah makam dan sebagian organ tubuh untuk diteliti di Puslabfor Mabes Polri. Hasilnya bisa diketahui setelahnya. Sekarang, kita adopsi semuanya." tegasnya.

Ayah korban, Muhram mengakui lega, lantaran tuntutan jezanah korban diotopsi dikabulkan. Hal ini, kata dia, agar tabir kematian Sopian cepat terungkap.

"Karena kami belum bisa menerima atas kematian Sopian. Penyebabnya pun belum jelas." katanya.

Muhram mengungkapkan, bahwa, Sopian anak yang baik. Ia menolak Sopian disebut sebut terlibat narkoba.

"Gak benar itu. Almarhum terkenal baik semasa hidup." Tegasnya.

Dijelaskannya, ada beberapa kejanggalan atas kematian Sopian yakni terdapat luka dikepala terkena benturan benda keras, dibokong, pipi dan dada. jelasnya.

Pada Minggu 13 Desember 2015, pukul 23.00 wib, korban yang tinggal di Gang Rusa IV Kel Nagri Kidul dijemput tiga temannya masing masing Septa, Edwin, dan Doni berkendara mobil bermain ke tempat hiburan di Jakarta Barat.

Semasa bepergian ke Jakarta itu, korban dalam keadaan segar bugar bahkan pada Minggu pagi sempat berkunjung ke rumah uwaknya mengikuti tahlilan.

"Senin pukul 05.30 pagi mendapat kabar Sopian dilarikan ke RS Mitra Kemayoran dan meninggal dunia. Jenazahnya tiba ke Purwakarta Senin siang." ungkap ayah korban.

Pihak Keluarga tidak terima atas kematian anaknya terutama ayahnya. Sejak itu, Muhram berikhtiar dengan mendatangi petugas Polres Purwakarta hingga Polda Jawa Barat, guna melaporkan kejanggalan tersebut.

"20 hari lalu, saya mengadu ke Polda Metro Jaya dan alhamdulillah timnya hari ini melakukan autopsi. Saya berharap, penyebab kematian cepat terungkap." Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: