» » » Puluhan Warga Desa Bunder Satroni PT. MPI, Persoalkan Rekrutmen Tenaga Kerja


SJO PURWAKARTA. Puluhan warga dan aparatur Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta persoalkan rekrutmen tenaga kerja oleh PT. Metro Pearl Indonesia (PT MPI) yang dinilai diskriminatif, terhadap warga setempat.

"Oknum manajemen bertindak diskriminatif, terutama terhadap warga setempat yang melamar. Mereka lebih memprioritaskan pelamar dari luar, bahkan sampai ada warga setempat sudah sembilan kali melamar dan ditesting. Tapi tidak diterima ." ujar, Dase (64) dan sejumlah warga setempat kepada awak media, Rabu (11/5).

Dase (64) salah satu warga Desa Bunder, mengatakan, jumlah Karyawan di PT.MPI, ada sekitar 4500 an karyawan. Untuk itu, persentase jumlah warga setempat yang bekerja di perusahan tersebut hanya sekitar 20%.

"Itu tidak sesuai dengan kesepatan yang tengah terbangun sebelumnya dengan pihak Desa dan Karang taruna yakni 60 banding 40%." ungkapnya

Kang Dase menjelaskan, bahwa, salah satu oknum manajemen berinisial (M), malah bertindak berlebihan.

"Dia mengatakan sudah bosan menerima warga Bunder, bekerja di metro, dan sikap-sikap lain yang dinilai tidak pantas dilakukan manajemen, apalagi kepada warga setempat." jelasnya ketika di konfirmasi.

Andaru Sakti Prayoga Ketua Karang Taruna Mitra Warga Desa Bunder menambahkan, seharusnya perusahaan yang berada di wilayah Desa Bunder, dalam rekrutmen tenaga kerja melibatkan Karang Taruna secara maksimal.

"Otonomi daerah mengisyaratkan, perusahaan yang berdiri di suatu daerah harus memprioritaskan warga setempat sebagai tenaga kerja." Tambahnya.

Sementara, berita ini ditulis, seakan akan pihak perusahaan  menutup-nutupi. Karena, tidak satupun pihak Manejemen PT Metro Pearl Indonesia, yang bersedia memberikan pernyataan (klarifikasi) terkait hal diatas.

"Termasuk salah satu personalia di perusahaan tersebut." (DeR).

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: