» » Pola Bottom Up Wadahi Aspirasi dan Kepentingan Masyarakat


SJO BANDUNG - Pangdam III/Slw Mayjen TNI Hadi Prasojo mendapingi Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan membuka Kegiatan TMMD Ke-96 tahun 2016 yang digelar di lapangan Desa Sukasirna Kp. Leuwi Datar, Desa Sukasirna Kecamatan  Cibadak Kabupaten Sukabumi, Selasa (3/5 )

Pangdam mengatakan bahwa program TMMD ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena sebagian besar wilayah Indonesia saat ini merupakan daerah pedesaan, daerah tertinggal, terpencil dan terisolir. “Keberadaan TNI untuk membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur di wilayah bersama dengan instansi terkait lainnya masih sangat diperlukan sebagai bagian usaha mempercepat peningkatan kesejahteraan Rakyat Indonesia”, ujarnya.

Lebih lanjut Hadi Prasojo berkeyakinan dengan melalui program ini diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan, sebab proses perencanaan TMMD selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat sebagai pelaku dan pengguna hasil TMMD, serta disusun dengan sistem “bottom up planning”.

Pada kesempatan tersebut Pangdam menjelaskan juga bahwa upacara Pembukaan TMMD Ke-96 kali ini, dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Karawang,  Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Cirebon, kemudian pelaksanaan programnya dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan TNI, Kementerian, instansi terkait dan mayarakat di wilayah dimana TMMD ini dilaksanakan.

Sedangkan Kapendam III/Siliwangi menambahkan, bahwa  TMMD ke-96 dibuka hari ini, namun  kegiatannya telah dimulai beberapa hari yang lalu, dan pelaksanaan perbaikan maupun pembangunan sarana umum telah dimulai sekitar tiga hari yang lalu.

Adapun beberapa sasaran yang akan dicapai dalam pelaksanaan TMMD ke-96 di beberapa tempat diantaranya untuk di Kabupaten Sukabumi adalah pengaspalan jalan sepanjang 3.000.m x 2,5m, perbaikan drainase sepanjang 400 m x 0,75 x 0,5 m, rabat beton sepanjang 2.000 m x 20 m, talud penahan tanah sepanjang 250 m x 1.5m dan pembangunan Jembatan sepanjang 5 m x 5 m x 2m.

Untuk di Kabupaten Ciamis, yang terletak di Desa Padamulya akan dilakukan pembukaan jalan sepanjang 1.500 m x 3 m, Pengaspalan jalan sepanjang 500 m x 2,5 m, rehab rumah penduduk sebanyak 6 unit, dan pembuatan MCK sebanyak 2 unit

Di Kabupaten Karawang kegiatan TMMD digelar di Desa Karang Anyar, rencananya akan membuat gorong-gorong 1 unit ukuran 6 m x 2 m, membangun sebuah jembatan dengan ukuran 14 m x 25 m,  membuat drainase sepanjang 221 x 2 x 1,2 m, merehab satu unit bangunan Masjid ukuran 15 x 14 m, membangun runah sehat sebanyak 20 unit dan membangun jalan lingkungan sepanjang 210 m, 2,2 m dengan ketebalan 15 cm.

TMMD di Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan di Desa Tanjung Jaya rencananya akan dilakukan pembukaan jalan sepanjang 1.200 m x 5m, pembangunan sebuah jembatan dengan ukuran 5 m x 4 m, pembuatan 5 unut gorong-gorong, rehab ringan Mushola serta pembuatan satu unit MCK Mushola.

Kabupaten terakhir yang mendapatkan kesempatan pelaksanaan kegiatan TMMD adalah Kabupaten cirebon, tepatnya di Desa Gua Lor. Di Desa tersebut kegiatan TMMD rencananya akan dilakukan pengaspalan jalan sepanjang 1,200 m x 2,5 m, pembuatan 4 unit Pos Kamling, perehaban 2 unit rumah tidak layak huni, dan perehaban 2 unit Mushola.

TMMD kali ini akan dilaksanakan hinga tangga 1 Juni 2016 mendatang, Pangdam III/Siliwangi berharap dengan pola bottom up tersebut, masyarakat Desa telah mendefinisikan mana pembangunan harus dan perlu dilakukan di desanya sehingga pada akhirnya proses pembangunan yang dilaksanakan benar – benar dari, oleh dan untuk masyarakat dapat terwujud secara konkrit (PIII)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: