» » » Peserta World Village Conference Antusias Pada Metode Pertanian


SJO PURWAKARTA - World Village Conference menjadi ajang untuk memperlihatkan metode pertanian yang sudah dikembangkan di Kabupaten Purwakarta. "Ditemui di salah satu lokasi acara Konferensi skala internasional di Desa Cihanjawar kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta. Rabu (25/5).
Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta, mengungkapkan saya sengaja memasukan metode pertanian menjadi agenda khusus bagi para peserta konferensi. Karena di nilai kesuburan tanah yang dimiliki oleh Kabupaten Purwakarta bagian selatan, menjadi berkah tersendiri yang tidak boleh diabaikan. Jelasnya.

Pasalnya, perpaduan potensi alam, merupakan bentuk kesuburan tanah harus berbanding lurus dengan pemanfaatan teknologi pertanian organik dan pariwisata.

"Teknologi kan bukan harus berbentuk mesin dan piranti digital. Karena Kearifan orang tua terdahulu dengan tidak menggunakan bahan kimia dalam bertani adalah bentuk teknologi juga. Saya yakin ini, akan berbanding lurus dengan aspek pariwisata. Contohnya hari ini presentasi pertanian organik saya diminati oleh peserta konferensi". Kata Dedi.

Dirinya berujar tantangan terbesar justru muncul dari masyarakat petani sendiri. Masih banyak petani yang enggan mengintegrasikan sawahnya untuk pariwisata padahal jika petani mau bersikap terbuka dapat menjadikan nilai tambah bagi perekonomian petani sendiri.

"Tinggal petani mau atau tidak, problemnya kan disitu. Jika dari mulai proses tanam sampai panen petani mau membuka sawahnya untuk pengunjung silakan saja dihitung berapa nilai tambah yang bisa muncul". Tambah Dedi.

Sehingga, bangsa pasar untuk jenis wisata sawah organik. Menurut riset yang dia kembangkan bersama dengan Bidang Pariwisata, sudah banyak wisatawan yang tertarik untuk menikmati jenis wisata ini.

"Ini tanah Jawa Barat selalu menarik untuk siapapun, terutama hamparan sawahnya. Saya sudah lakukan riset untuk itu". Kata Dedi kepada awak media.

Salah satu peserta delegasi World Village Conference asal Australia Karis Egree mengatakan, bahwa, dirinya baru pertama kali turun ke sawah beralaskan lumpur secara langsung. Mahasiswa asal Murdock University of Australia ini sangat antusias membajak sawah dengan menggunakan Kerbau.

"Di Negara saya tidak ada yang seperti ini, saya tadi berselancar diatas kubangan lumpur. Petani Indonesia ternyata berekreasi sambil bekerja". Kata Mahasiswa asal Australia. Dalam kegiatan tersebut seluruh peserta World Village Conference memperoleh giliran untuk belajar membajak sawah dan menanam padi. Semua tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: